Dunia tidak akan melupakan golden goal David Trezeguet di Euro 2000 dan gol Ahn Jung-hwan ke gawang Italia di Piala Dunia 2002.
Perasaan seperti ini jauh lebih mendebarkan, apalagi drama adu penalti sangat menentukan hasil akhir siapa yang bakal keluar sebagai pemenangnya. Satu tendangan penalti dapat menjadi perubahan besar yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.
10 Pemain Glasgow Rangers Terbaik Sepanjang Masa
Apa Golden Goal itu?
Kapan Aturan itu Diperkenalkan?
Konsep menggunakan golden goal lahir dari hasil pemikiran di ruang rapat FIFA di awal tahun sembilan puluhan. Sebagai bentuk uji pemikiran ini, maka diberlakukan serangkaian tes yang dilakukan di kompetisi tingkat junior pada 1993. Dari sini, aturan itu mulai diterapkan ke turnamen lebih umum seperti Olimpiade dan Piala Konfederasi.
Meski Punya Hak Bela Timnas Inggris, 10 Pemain Ini Menolak
Mengapa Aturan itu Diperkenalkan?
Sistem golden goal tak lagi menciptakan tempo permainan lambat serta kurang menarik disaksikan. Hal itu sempat terjadi karena kemungkinan takut kalah atau karena sudah kelelahan sebelum golden goal diterapkan. Apapun alasannya, golden goal sempat mengubah ritme permainan sepak bola saat itu.
Dalam benak mereka hanya segera memenangkan pertandingan melalui gol cepat pada 15 menit awal babak tambahan. Motivasi itu yang membuat sepak bola, khususnya di babak tambahan lebih menarik disaksikan.
Menjadikannya Mainstream
Kapan golden goal pertama kali digunakan di kompetisi besar?
Setelah beberapa kali uji coba, keputusan diambil untuk menerapkan sistem tersebut. Dan, Piala Eropa 1996 dijadikan turnamen besar pertama yang menggunakan metode golden goal. Sistem ini diberlakukan mulai babak perempat final, yang berarti hanya ada tujuh pertandingan yang memenuhi syarat menggunakan metode tersebut.
Ternyata, lima dari tujuh partai melakukannya. Tiga laga di perempat final, semifinal, dan final Piala Eropa 1996. Metode golden goal membuat semua tim saat itu melakukan strategi menyerang tanpa adanya pikiran menunda waktu untuk terciptanya drama adu penalti.
Perempat final berlalu dengan hasil seri di dua laga hingga perpanjangan waktu, maka laga diselesaikan melalui adu penalti. Hal yang sama terjadi di babak semifinal. Aturan baru golden goal tampak terlihat konyol pada waktu itu.
Momen golden goal baru tercipta di final saat Republik Ceko menghadapi Jerman. Der Panzer menjadi pemenang walau sempat terjadi hasil imbang 1-1 di waktu normal. Rep Ceko sempat unggul lebih dulu berkat gol Patrick Berger sebelum Oliver Bierhoff menyamakan kedudukan 14 menit kemudian.
Ketika pertandingan kembali dilanjutkan lewat perpanjangan waktu menggunakan sistem golden goal, Bierhoff menjadi penentu kemenangan Jerman melalui aksi heroiknya. Mantan striker yang sempat bermain bersama AC Milan itu mampu mengelabuhi kiper Rep Ceko, Petr Kouba. Jerman beruntung dapat menyelesaikan laga itu lebih cepat, karena Der Panzer dituding buruk ketika menjalani adu penalti.
Golden Goal yang Mendunia
Setelah Bierhoff mencatatkan namanya sebagai sosok pertama yang berhasil meraih keuntungan lewat golden goal, FIFA terus maju dengan menerapkan aturan baru tersebut. Turnamen internasional besar berikutnya adalah Piala Dunia 1998 di Prancis. Kali ini ada 16 pertandingan sistem gugur yang harus dimainkan, namun hanya empat laga yang membutuhkan perpanjangan waktu. Empat laga ini juga ditentukan lewat golden goal.
Prancis pertama kali berjuang melawan Paraguay untuk memperebutkan tempat di perempat final. Les Bleus harus melewati itu setelah bermain imbang tanpa gol hingga berakhirnya waktu normal. Prancis nyaris menjalani adu penalti sebelum Laurent Blanc menjadi penentu kemenangan Prancis pada menit ke-114.
Menjadi Andalan
Setelah aturan golden goal diberlakukan di dua turnamen besar, FIFA makin semangat menerapkan itu. Salah satunya di Piala Eropa 2000, di mana terdapat momen dua golden goal tercipta. Kejadian bersejarah itu tercipta di semifinal dan final. Kedua momen itu dicetak Prancis melalui aksi Zinedine Zidane dan David Trezeguet.
Kemudian tiba di Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan. Anda dapat menyaksikan tiga golden goal tercipta di turnamen ini. Korea Selatan mengejutkan Italia di babak gugur pertama, Senegal mencetak gol pada tahap yang sama untuk melampaui Swedia ke perempat final, hingga momen saat Senegal dipermalukan Turki dalam perebutan tempat ketiga.
Scorer of South Korea's golden goal vs Italy in the 2002 World Cup ?
— Goal (@goal) January 27, 2020
The next day, had his contract with Perugia cancelled for 'ruining Italian football' ?
Happy Birthday, Ahn Jung-hwan! ?
pic.twitter.com/ZCAU4Y29mg
Bagaimana dengan Kompetisi Klub Besar?
Setelah diterapkan di level internasional, aturan tersebut juga diberlakukan di kompetisi yang diikuti klub-klub Eropa. Walau begitu, momen golden goal di level kompetisi klub tak sebaik di kompetisi internasional, karena sifat kompetisi klub sangat berbeda. Contohnya konsep keunggulan gol atau agresivitas gol tandang membuat kompetisi jarang sekali dimainkan hingga perpanjangan waktu.
Namun, ada beberapa momen golden goal yang dicetak di kompetisi klub seperti Piala Super. Sementara di Liga Champions, tidak satupun permainan dimenangkan berdasarkan aturan golden goal. Piala UEFA juga sempat memberlakukan aturan itu, tapi hanya ada satu momen yang dimenangkan melalui golden goal.
Kebetulan momen itu terjadi di final saat Liverpool menghadapi Alaves. Ketika kedua tim bermain imbang selama 90 menit, Gary McAllister memanfaatkan keuntungan golden goal di babak tambahan. Tendangan bebas McAllister salah diantisipasi dengan baik oleh Delfi Geli hingga tercipta gol bunuh diri paling menyedihkan dalam sejarah sepak bola.
Apakah Aturan Golden Goal Sukses?
Peraturan ini sempat berjalan mulus, meski hasilnya tak sesuai harapan banyak pihak. Aturan itu justru menuai banyak hasil yang cenderung menimbulkan kontra ketimbang pihak yang mendukung aturan tersebut.
Ketika Anda menganggap bahwa golden goal menyajikan serangkaian hasil yang menarik di turnamen internasional, Anda mungkin berpikir aturan tersebut mulai membuktikan nilainya. Faktanya tidak demikian. Sepak bola adalah bisnis hiburan dan pendekatan 'dibunuh atau membunuh' pada akhir bisnis pertandingan besar tidak banyak membantu mendorong kualitas sepak bola itu sendiri. Aturan itu akhirnya dibatalkan pada 2003.
Aturan Golden Goal Saat Ini
Golden goal sudah hampir punah saat ini. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan beberapa bentuk perbaikan pada teka-teki perpanjangan waktu, tetapi tidak pernah terwujud menjadi sesuatu yang berhasil. Apakah kamu pernah mendengar istilah silver goal selain golden goal? Benar-benar lelucon! Bagaimanapun, waktu tambahan hari ini sama seperti pada 1992. Itu hanya 30 menit sebagai tambahan waktu perpanjangan. Satu-satunya pengecualian untuk ini, di mana gaya permainan layaknya kematian mendadak dari golden goal masih berlaku, yaitu di sepak bola perguruan tinggi di Amerika Serikat. Mereka dipersilahkan untuk melakukan aturan tersebut di dalam pertandingan.