Jadi saga transfer mana yang terbaik & terburuk?
10. Musim Panas 2021/2022
Analisis Liga Champions 2021/2022, PSG vs Klub-klub Liga Premier?
Komputer Super Prediksi Juara Liga Champions, Bukan Man United atau PSG
9.Musim Panas 2017/2018
Menjual seorang pemain seharga 222 juta Euro (Rp3,7 triliun) tentu tidak bisa dikatakan sebagai bisnis yang mengerikan. Tapi tidak ada keraguan bahwa Barca lebih memilih Neymar untuk tinggal. Kepindahannya ke PSG menandai sesuatu dari pergeseran tatanan dunia sepakbola di Camp Nou.
Satu-satunya hal yang bisa dikatakan menguntungkan di jendela transfer saat itu setidaknya Barca tidak mendapatkan kesepakatan Philippe Coutinho sampai Januari berikutnya.
8. Musim Panas 2016/2017
Barcelona menghabiskan 90 juta Euro (Rp 1,5 triliun) untuk membeli Andre Gomes, Paco Alcacer dan Samuel Umtiti pada musim panas 2016. Mereka juga membiarkan Dani Alves pergi secara gratis. Cukup menjadi bukti bahwa Barca telah melakukan kesepakatan transfer yang buruk.
7. Musim Panas 2015/16
Dengan penjualan Gerard Deulofeu, Denis Suarez, Adama Traore dan Pedro, Barcelona sebenarnya tidak merugi dalam transfer. Tetapi uang yang mereka keluarkan memang sangat tidak bijaksana saat mendatangkan Aleix Vidal dan Arda Turan.
Vidal hanya memainkan 30 pertandingan liga selama tiga tahun di Catalonia, sementara Turan dipinjamkan ke Istanbul Basaksehir setelah dua musim dan akhirnya mendapatkan hukuman penjara dua tahun delapan bulan karena menggunakan senjata ditempat umum saat di Istanbul.
Terlepas dari kesepakatan tidak cerdas itu, Blaugrana masih bisa memenangkan La Liga, Copa del Rey dan Piala Dunia Antarklub saat Messi, Luis Suarez dan Neymar mencetak total 131 gol pada musim itu.
6. Musim Panas 2020/2021
Pada musim panas ini, ada dua hal yang cukup bertentang terkait saga transfer Barcelona. Di satu sisi, Barca berhasil mendapatkan kembali Semedo dan mendatangkan Pedri seharga 5 juta Euro (Rp 84 miliar) yang pada akhirnya bisa menjadi pembelian terbaik klub saat ini.
Di sisi lain, mereka membawa Miralem Pjanic seharga 60 juta Euro (Rp 1 trilin) dalam kesepakatan aneh dengan Juventus yang melibatkan Arthur dan membiarkan Luis Suarez pergi secara grati ke Atletico Madrid yang pada musim lalu sukses memenangkan gelar La Liga.
? [MD?] | Arthur begins to say goodbye to Barcelona and awaits the "OK"
— BarçaTimes (@BarcaTimes) June 25, 2020
The Brazilian is waiting for the "Okay" from the Catalan club in order to complete the switch to Juventus.
The barter announcement with Pjanic is almost certain before June 30 and could even be this week pic.twitter.com/EvSDcov0jp
5. Musim Panas 2019/2020
Barcelona menerima total 100 juta euro (Rp 1,67 triliun) untuk Andre Gomes, Jasper Cillesen dan Malcom, dan dana segar itu kemudian digunakan untuk membeli beberapa pemain anyar.
Raksasa Spanyol itu sukses mendatangkan Frenkie de Jong, yang kini bersama Pedri bisa menjadi jenderal lini tengah mereka selama satu dekade ke depan.
Kemudian mereka menghabiskan 120 juta Euro (Rp 2 triliun) untuk Antoine Griezmann dan kita semua sudah tahu hasilnya.
4. Musim Panas 2018/2019
Kedua pemain Brasil yang ditandatangani pada musim panas 2018, Arthur dan Malcom tidak memenuhi harapan mereka.
Tapi Clement Lenglet direkrut Barca untuk menjadi bagian integral dari skuad saat ini dan telah membuat lebih dari 130 penampilan untuk klub. Sementara Arturo Vidal, mereka mendapat gelandang yang sangat kompeten secara gratis.
Mereka juga berhasil mendapatkan keuntungan sekitar 18 juta Euro (Rp 302 miliar) untuk penjualan Yerry Mina ke Everton.
3. Musim Panas 2012/2013
Seydou Keita dan Henrique pergi, kemudian manajemen klub mendatangkan Alex Song dan Jordi Alba. Song adalah pemain di skuad Barca yang berguna selama beberapa musim, Alba dalam performa yang benar-benar impresif, bahkan hingga saat ini.
Pemain Spanyol itu telah menjadi legenda klub, bermain lebih dari 350 pertandingan sejauh ini dan memenangkan lima gelar liga, lima Copa del Rey dan satu Liga Champions. Tidak heran keberadaanya sulit untuk digantikan.
2. Musim Panas 2013/2014
Musim 2013/2014 tidak begitu bagus untuk Barca. Mereka menjadi runner-up di La Liga dan Copa del Rey serta tersingkir dari Liga Champions di perempat final.
Tapi kedatangan Neymar adalah pencapaian besar, titik balik bagi skuad dan yang paling penting, serta berhasil mempecundangi Real Madrid yang telah menghabiskan waktu dan tenaga bertahun-tahun untuk mengejar tanda tangan pemain Brasil itu.
Dia memang tidak langsung membawa kesuksesan, tetapi Neymar membuktikan pembelian yang sangat baik, terutama bila dikombinasikan dengan bisnis musim panas berikutnya.
Neymar Goal vs Villarreal in 2015. #OldFootyClips pic.twitter.com/69mUPDINl6
— Old Footy Clips (@OldFootyClips) July 28, 2017
1. Musim Panas 2014/2015
Dan inilah jendela terbaik Barca dalam satu dekade terakhir. Ini adalah masa pemerintahan perdana presiden Josep Maria Bartomeu.
Setelah kepergian Victor Valdes, datanglah Marc-Andre ter Stegen dan Claudio Bravo untuk bersaing memperebutkan tempat No.1. Di lini tengah, Ivan Rakitic datang dari Sevilla untuk menggantikan Cesc Fabregas yang keluar dan pemain Kroasia itu masuk dengan sempurna.
Permata sejatinya adalah Luis Suarez. Kepindahan Alexis Sanchez senilai 42 juta Euro (Rp 705 miliar) ke Arsenal membantu keuangan klub. Pemain Uruguay itu akhirnya ditandatangani dengan mahar 82 juta Euro (Rp 1,4 triliun).
Selama 6 musim, eks pemain Liverpool itu sukses mencetak 198 gol untuk Barcelona dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga klub sepanjang masa.
Dia juga membantu membawa Barca meraih treble La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions di musim pertamanya sebagai bagian dari trio penyerang MSN.
? After...
— 433 (@433) September 23, 2020
⚽️ 198 goals
©️ 283 matches
4️⃣ La Liga ???
4️⃣ Copa del Rey ???
2️⃣ Supercopa ???
1️⃣ Champions League ???
1️⃣ UEFA Super Cup ???
1️⃣ FIFA Club World Cup ??
...@LuisSuarez9 has left Barcelona. ? pic.twitter.com/LJtmfiO8ZR