Spalletti: Juventus Harus Menikmati Momen Sulit dan Uji Diri
Ditulis oleh Dalu Ningrat NandikaLuciano Spalletti mendorong Juventus untuk menikmati tekanan dan menguji diri mereka dalam situasi sulit setelah hasil imbang 2-2 melawan Lazio.
Juventus dan Tantangan Menghadapi Tekanan
Luciano Spalletti, pelatih Juventus, menekankan pentingnya bagi timnya untuk hidup dalam tekanan dan menikmati tantangan dalam situasi sulit. Setelah hasil imbang 2-2 melawan Lazio, Spalletti ingin melihat apakah timnya dapat mengatasi situasi yang menantang. Juventus baru saja mengalami kekalahan 3-0 di perempat final Coppa Italia melawan Atalanta, meskipun mereka memiliki lebih banyak penguasaan bola dan peluang. Ketika tertinggal 2-0 dari gol Pedro dan Gustav Isaksen, mereka merasakan déjà vu.
Namun, berkat sundulan Weston McKennie dan gol penutup dari Pierre Kalulu, Juventus berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Meskipun memiliki 33 tembakan dibandingkan dengan hanya delapan dari Lazio, Juventus musim ini adalah tim dengan kesalahan terbanyak yang berujung pada gol kebobolan.
Spalletti Membela Pemain Juventus
Spalletti membela para pemain Juventus setelah kesalahan yang terjadi. Menurutnya, kesalahan tersebut mungkin disebabkan oleh tuntutan yang diberikan kepada para pemain. Ia meminta mereka untuk segera memainkan bola yang mereka dapatkan kembali, bukan hanya menendangnya sembarangan. Spalletti ingin timnya bermain dengan kualitas lebih baik di bawah tekanan.
Spalletti menjelaskan bahwa ketika banyak permintaan diberikan, itu berarti mengantisipasi situasi berbahaya dan melihat potensi positif dan negatif dari setiap skenario. Kesalahan bisa terjadi, tetapi itu tidak merusak segalanya. Misalnya, Locatelli, yang menjadi salah satu pemain terbaik musim ini, kehilangan bola sekali tidak berarti segalanya hancur. Bahkan setelah itu, cara mereka bertahan, menutup tembakan, dan ketidakberuntungan dari defleksi adalah bagian dari sepak bola.
Spalletti menekankan pentingnya reaksi tim dan kinerja keseluruhan. Ketika tempo meningkat dan mereka berjuang dari ketertinggalan dua gol, mereka tidak boleh menjadi terlalu kacau. Mereka perlu mempercepat tempo, tetapi tidak sampai menjadi kacau, sementara hari ini mereka sedikit terlalu frenetik dalam situasi yang bisa dikembangkan lebih baik.
Spalletti menambahkan bahwa mempercepat tempo tidak berarti beralih ke kekacauan. Ia menguraikan visinya lebih lanjut, menegaskan bahwa Juventus harus belajar menikmati ketika situasi menjadi sulit.
Menurut Spalletti, hidup dalam tekanan adalah kebahagiaan dalam sepak bola, ketika harus membalikkan hasil 2-0 di awal babak kedua, ketika itu bukan yang direncanakan. Saat itulah Anda menguji diri sendiri dan melihat apakah Anda dapat menangani ketegangan di level tertinggi, itulah yang harus dinikmati, melihat apakah Anda pantas berada di level ini atau tidak.
Karakter berarti ketika segalanya berjalan salah dan Anda membutuhkan kepala yang jernih untuk membuat pilihan. Itulah yang membuat perbedaan. Tim ini membalikkan situasi yang sangat sulit, memberikan kinerja yang hebat, sehingga mereka melangkah maju dengan perasaan yakin.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!
- Tag :
- Juventus
- Luciano Spalletti
- Lazio