Libero.id - Timnas Italia asuhan Roberto Mancini terus berkembang semakin kuat dan dengan permainan cantik menyisihkan Polandia 2-0 dalam pertandingan Grup 1 Liga Antar Bangsa UEFA. Bahkan mereka bisa menang tanpa kehadiran pelatih Roberto Mancini.
Mancini digantikan asisten Alberigo Evani, karena bos Azzurri itu dinyatakan positif terkena virus corona. Tanpa Mancini tidak menjadi masalah bagi Azzurri.
Kemenangan Italia datang lewat gol Jorginho dari titik penalti sementara Berardi keluar dari bangku cadangan untuk mencetak gol kedua dalam laga di Stadion Mapei, di mana ia sering bermain untuk klubnya Sassuolo.
Pada laga itu Azzurri mengontrol jalannya pertandingan dari awal hingga akhir dengan Robert Lewandowski tampak kesulitan menunjukkan kualitasnya.
Polandia tidak memiliki tembakan tepat sasaran satu pun. Sementara Italia mengukir rekor 21 pertandingan tak terkalahkan, dengan kekalahan terakhir mereka datang melawan Portugal pada September 2018.
Setelah 27 menit permainan di Reggio Emilia, Grzegorz Krychowiak menjatuhkan Andrea Belotti di area penalti dengan kedua tangan, dan wasit tidak ragu-ragu menunjuk titik penalti. Jorginho mengeksekusi penalti dan mengirim Wojciech Szczesny ke arah salah untuk membawa Italia unggul.
⚽️ Italy GOAL! Jorginho penalty 27' (1-0) #ITAPOLpic.twitter.com/E2DqoQnFWN
— noobfcb (@noobfcb) November 15, 2020
Italia akhirnya mendapatkan gol kedua yang pantas sebagai hadiah dominasi mereka pada menit ke-84 melalui Berardi. Azzurri mengumpulkan serangkaian 30 operan dengan yang terakhir melihat Insigne memilih Berardi di sisi kanan, sebelum memotong dan melepaskan tembakan rendah ke sudut bawah.
Goooooaaaaaallllllll! ??
DomenicoooooooOooo Berardi!!!! Great pass from Insigne ??#ITAPOL #UEFANationsLeague
— Team Azzurri ⭐️⭐️⭐️⭐️ (@TeamAzzurri) November 15, 2020
Hasil tersebut juga membuat Italia di ambang satu tempat di babak empat besar Nations League dan kemenangan atas Bosnia di Sarajevo pada hari Rabu akan membuat Azzurri lolos.
30 - Domenico Berardi's goal came after 30 passes, the longest sequence before a goal scored in a Nations League match. Tiqui-taca.#ItalyPoland pic.twitter.com/6EA8Pz9TTk
— OptaPaolo (@OptaPaolo) November 15, 2020
“Itu adalah budaya kami, anak-anak memberikan yang terbaik selama saat-saat sulit dan menjadi lebih bersatu. Itu yang saya minta dari para pemain ini sebelum pertandingan dan mereka luar biasa," kata Alberigo Evani kepada RAI Sport.
Evani menggantikan Roberto Mancini, yang mengisolasi diri di rumah setelah diagnosis COVID-19.
“Kami mendukung prinsip sepakbola menyerang dan Roberto telah melatihnya selama dua tahun. Ketika Anda mematuhinya, dalam jangka panjang, Anda diberi imbalan.”
"Saya berbicara dengannya di babak pertama, dia mengatakan kami pantas mendapatkan beberapa gol lagi, jadi kami harus sedikit lebih efisien di depan, tetapi keseluruhan performa bagus."
“Kami memiliki para pemain muda yang tumbuh, mendapatkan pengalaman dan menunjukkan bahwa mereka bermain seperti veteran.”
Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Minta Dukungan dan Doa Masyarakat Indonesia
Semangat pokoknya coach Shin!Pimpin Daftar Top Skor Sementara Liga 1 Musim Ini, Carlos Fortes Tak Ingin Jumawa
Musim lalu sempat menurun, tapi musim ini jadi gacor...Hasil Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Bertemu Brunei Darussalam
Semoga bisa lolos ke Piala Dunia 2026, Amin...Merupakan Rival Berat, Maciej Gajos Beri Tanggapan Soal Persija dan Persib
Bahkan pemain asing sampai tahu soal rivalitas ini...Alami Cedera Parah, Marko Simic Terpaksa Absen Membela Persija Selama 6 Pekan
Krisis penyerang dialami Persija saat ini...
Opini