Alexis Sanchez dan Arturo Vidal
Libero.id - Gelar internasional pertama selalu menjadi hal penting dan bersejarah bagi sebuah negara, termasuk Chile ketika menjuarai Copa America 2015. Itu sangat membanggakan karena La Roja mengalahkan Argentina di final.
Chile telah memasuki Copa America sejak didirikan pertama kali pada 1916. Tapi, selama 99 tahun mereka tidak bisa meraih kemenangan di laga puncak. Faktanya Chile juga tidak memenangkan apapun sejak berdiri pada 1895. Jangankan Piala Dunia atau Olimpiade, kompetisi selevel Copa America juga belum pernah didapatkan.
Namun, kekeringan trofi yang menyiksa sangat lama berakhir secara dramatis di Estadio Nacional de Santiago pada Juli 2015. Bukan hanya mengakhiri penantian 120 tahun untuk sebuah trofi, kemenangan itu juga menjadi simbol generasi emas sepakbola Chile.
Saat itu, Chile melawan favorit turnamen, Argentina. Mereka adalah tim yang baru saja kalah di final Piala Dunia 2014 dan sedang mencari pelampiasan di Copa America. Dilatih orang Argentina dan penggemar Lionel Messi, Jorge Sampaoli, Chile bermain berbeda. Apalagi, setahun kemudian, La Roja kembali mengalahkan La Albiceleste di Copa America Centenario.
Pertanyaannya, di mana orang-orang itu sekarang berada? Berikut ini kabar terkini starting line-up Chile yang mengalahkan Argentina itu:
GK: Claudio Bravo
Umur: 38 tahun
Penampilan di Chile: 123
Klub saat ini: Real Betis
Sama seperti Messi, Claudio Bravo datang ke pertandingan final untuk mengincar trofi keempatnya pada tahun itu. Sebab, beberapa pekan sebelumnya dia dan Messi baru saja membantu Barcelona mendapatkan treble winners. Ternyata, keberuntungan lebih memihak Bravo daripada Messi.
Setelah sempat berada di Manchester City selepas meninggalkan Barcelona, Bravo akhirnya kembali ke La Liga. Tapi, tidak pulang ke Katalunya. Dia memilih berseragam Real Betis. Meski musim debutnya terhambat oleh cedera, dia masih berada di sana hingga sekarang.
CB: Francisco Silva
Umur: 35 tahun
Penampilan di Chile: 38
Klub saat ini: Universidad Católica
Francisco Silva sebenarnya berposisi sebagai gelandang bertahan. Tapi, dengan Gonzalo Jara diskors, dia dimasukkan ke dalam starting line-up untuk final sebagai bek tengah dalam skema 3-4-1-2. Tugasnya, menghentikan Messi dan itu benar-benar berhasil.
Saat kompetisi berlangsung, Silva baru saja menyelesaikan masa pinjaman di Club Brugge. Setelah Copa America, dia pergi ke Meksiko bergabung dengan Chiapas dan Cruz Azul sebelum membela Independiente di Argentina. Sejak 2019, Silva kembali ke Chile membela Universidad Católica.
CB: Marcelo Diaz
Umur: 34 tahun
Penampilan di Chile: 61
Klub saat ini: Racing Club de Avellaneda
Marcelo Diaz memainkan peran hybrid pada Copa America 2015. Dia beroperasi baik di lini tengah maupun saat membentuk tiga bek bersama Silva dan Gary Medel. Dia adalah spoiler utama lini tengah Chile, tapi juga harus menjaga bola tetap bergerak.
Saat itu, dia bermain untuk Hamburg SV. Dia baru saja membantu menyelamatkan klubnya dari degradasi dengan tendangan bebas yang menakjubkan di play-off. Setelah beberapa musim mengembara, dia saat ini berada di Argentina untuk memperkuat Racing Club de Avellaneda.
CB: Gary Medel
Umur: 33 tahun
Penampilan di Chile: 126
Klub saat ini: Bologna
Jika pernah melihat Gennaro Gattuso atau Edgar Davids bermain, Gary Medel adalah reinkarnasinya. Dia memainkan pertahanan sentral sepanjang Copa America dengan efek yang fantastis. Di final, kehadiran Medel sangat vital, termasuk menendang perut Messi "secara tidak sengaja".
Saat itu dia sudah gagal di Cardiff City. Tapi, Medel justru pindah ke Inter Milan. Dia menjalani waktu singkat sebelum pindah ke Besiktas. Saat ini dia kembali ke Italia bermain untuk Bologna.
RWB: Mauricio Isla
Umur: 32 tahun
Penampilan di Chile: 115
Klub saat ini: Flamengo
Bek sayap menjadi salah satu kelebihan Chile saat melawan Argentina. Saat itu dia baru saja menyelesaikan masa pinjaman yang gagal di QPR. Tapi, penampilannya di Copa America benar-benar berbeda dari apa yang ditunjukkan di Inggris. Saat ini, Isla bermain di Brasil untuk Flamengo.
LWB: Jean Beausejour
Umur: 36 tahun
Penampilan di Chile: 107
Klub saat ini: Coquimbo Unido
Pemain sayap kiri yang menjadi bek kiri, Jean Beausejour adalah salah satu pemain langka yang tampil lebih baik untuk Chile daripada klub. Beausejour sebagian besar tidak spektakuler di level klub, meski punya gelar Piala Liga dengan Birmingham City dan Piala FA bersama Wigan Athletic.
Tahun ini, Beausejour bermain untuk Coquimbo Unido setelah selama 4 musim memperkuat Universidad de Chile.
CM: Charles Aranguiz
Umur: 31 tahun
Penampilan di Chile: 79
Klub saat ini: Bayer Leverkusen
Charles Aranguiz berada di puncak karier pada 2015. Penampilannya yang penuh energi membuat Chile terlalu tangguh untuk Argentina. Dia juga mencetak gol dalam drama adu penalti.
Itu adalah musim panas ketika dia memastikan kepindahan ke Eropa dengan bergabung ke Bayer Leverkusen. Tapi, enam minggu setelah final, dia mengalami cedera tendon achilles dan harus melewatkan 200 hari pertamanya di Bundesliga. Dia masih berpengaruh sampai hari ini dan telah menjadi kapten di klub.
CM: Arturo Vidal
Umur: 33 tahun
Penampilan di Chile: 119
Klub saat ini: Inter Milan
Arturo Vidal telah memainkan banyak posisi sepanjang karier bersama Chile. Tapi, pada 2015 dia adalah gelandang tengah superhero. Di tengah kontroversi di luar lapangan, dia adalah jantung dari kemenangan Copa America.
Saat itu, Vidal baru saja kalah di final Liga Champions bersama Juventus sehingga bergabung dengan Bayern Muenchen sebelum menetap di Barcelona. Musim ini dia bersiap mengangkat gelar juara Serie A bersama Inter Milan.
AM: Jorge Valdivia
Umur: 37 tahun
Penampilan Chile: 79
Klub saat ini: Union La Calera
Jorge Valdivia adalah playmaker jempolan untuk Chile. Valdivia memiliki pengaruh besar di final 2015. Pengatur serangan itu dikenal karena umpan-umpannya. Dia juga sangat membantu dalam menutup lini pertahanan dari pergerakan Messi. Tapi, sejak hari ini hingga sekarang, dia masih di Chile. Klubnya saat ini adalah Union La Calera.
FW: Eduardo Vargas
Umur: 31 tahun
Penampilan di Chile: 92
Klub saat ini: Atletico Mineiro
Eduardo Vargas telah bermain dengan Isla di Inggris dan datang ke turnamen setelah baru saja terdegradasi dengan QPR sebagai pemain pinjaman dari Napoli. Dua golnya di semifinal melawan Peru sangat berarti. Sementara finalnya berjalan lancar.
Sejak itu, Vargas menjalani satu musim di Bundesliga sebelum menghabiskan tiga tahun di UANL-Tigres (Meksiko) dan akhirnya bergabung dengan klub saat ini Atletico Mineiro (Brasil).
FW: Alexis Sanchez
Umur: 32 tahun
Penampilan di Chile: 133
Klub saat ini: Inter Milan
Alexis Sanchez adalah pemain terbaik Chile di Piala Dunia 2010 dan 2014. Meski kelelahan di Copa America 2015 setelah satu musim bermain untuk Arsenal, dia memberikan semua yang dimiliki, termasuk mencetak gol di adu penalti dengan Panenka style.
Alexis menjalani 3 tahun produktif bersama The Gunners dan setengah tahun yang buruk. Lalu, 1,5 tahun yang buruk bersama Manchester United. Saat ini, dia mencoba menemukan kembali jati dirinya di Italia bersama Inter Milan. Jika lancar, Alexis akan mendapatkan trofi Serie A di akhir musim.
Pemain pengganti
AM: Matias Fernandez
Umur: 34 tahun
Penampilan di Chile: 74
Klub saat ini: Deportes La Serena
Matias Fernandez masuk dan keluar dari susunan pemain Chile tergantung pada apa yang dibutuhkan. Dia memulai final 2015 di bangku cadangan. Saat itu, dia bermain di Fiorentina. Sekarang, Fernandez kembali ke negara asalnya, bermain untuk La Serena.
FW: Angelo Henriquez
Umur: 26 tahun
Penampilan di Chile: 12
Klub saat ini: Universidad de Chile
Angelo Henriquez baru berusia 21 tahun saat turnamen berlangsung dan membuat beberapa penampilan dari bangku cadangan. Musim itu dia juga meninggalkan Manchester United untuk Dinamo Zagreb. Tapi, dia gagal dan akhirnya kembali ke Chile. Sekarang dia membela Universidad de Chile.
Kenalkan Kenzo Riedewald, Pemain Berdarah Suriname-Indonesia yang Siap Bela Timnas U-17
Bima Sakti berencana memasukan namanya ke timnas U-17.Profil Ellie Carpenter, Pemain yang Mampu Saingi Lemparan ke Dalam Pratama Arhan
Dia adalah pemain Timnas Wanita Australia...Profil Julian Schwarzer, Penjaga Gawang Filipina yang Kini Bermain Bersama Arema FC
Pernah bermain di Inggris bersama Fulham...Profil Amara Diouf, Pemain Muda Senegal yang Dianggap Sebagai The Next Sadio Mane
Pada Piala Dunia U-17 2023 Amara Diouf bisa jadi ancaman berbahaya...
Opini