Berita

Kekalahan Ketiga Inter di Liga Champions, Digulung Arsenal Meski Main Kandang

Ringkasan Berita

  • Inter Milan kalah 1-3 dari Arsenal di San Siro, kekalahan ketiga berturut-turut di Liga Champions.

  • Arsenal memulai dengan agresif, Gabriel Jesus mencetak dua gol, sementara Inter gagal memanfaatkan peluang.

  • Kekalahan ini menambah tekanan pada Inter, sementara Arsenal kokoh di puncak klasemen dengan rekor sempurna.

Inter kalah 1-3 dari Arsenal di San Siro dalam pertandingan Liga Champions yang menegangkan.

Inter Milan Menghadapi Tantangan Berat di Liga Champions

Inter Milan mengalami kekalahan ketiga berturut-turut di Liga Champions setelah ditundukkan oleh Arsenal dengan skor 1-3 di San Siro. Arsenal, yang mempertahankan rekor sempurna mereka, menjadi tantangan terbesar bagi Nerazzurri musim ini. Kekalahan ini menambah tekanan pada Inter yang sebelumnya juga kalah dari Atletico Madrid dan Liverpool.

Baca juga : Berita Sepak Bola Terbaru, Analisis, Profil, Feature, Berita Sepak Bola Dunia dan Indonesia

Dalam pertandingan ini, Inter harus bermain tanpa beberapa pemain kunci seperti Hakan Calhanoglu, Denzel Dumfries, dan Raffaele Di Gennaro. Sementara itu, Cristian Mosquera kembali bermain setelah enam minggu absen. Pertemuan terakhir kedua tim di San Siro pada November 2024 berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Inter.

Arsenal Memulai dengan Agresif

Arsenal memulai pertandingan dengan sangat agresif dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Gabriel Jesus. Gol ini tercipta dari serangan cepat yang melibatkan Luis Henrique yang menjaga Jesus tetap onside. Ini adalah gol pertama Jesus di Liga Champions dalam dua tahun terakhir.

Inter mencoba membalas melalui Marcus Thuram, tetapi usahanya digagalkan oleh Mosquera. Petar Sucic berhasil menyamakan kedudukan dengan tendangan keras dari tepi kotak penalti. Namun, Arsenal kembali unggul melalui skema tendangan sudut yang diakhiri dengan gol kedua Jesus.

Inter memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda, tetapi serangan balik yang dipimpin oleh Sucic gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Thuram.

Di babak kedua, Inter terus berusaha menekan pertahanan Arsenal. Yann Sommer melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Eberechi Eze. Namun, Arsenal tetap solid dalam bertahan dan memanfaatkan serangan balik untuk mencetak gol ketiga melalui Viktor Gyokeres.

Inter belum pernah kebobolan dua gol di kandang sebelum jeda di Liga Champions sejak April 2011 melawan Schalke. Ini menunjukkan betapa kuatnya serangan Arsenal dalam pertandingan ini.

David Raya, kiper Arsenal, juga tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan ganda dari tembakan Federico Dimarco. Sementara itu, Alessandro Bastoni melakukan blok krusial untuk mencegah Bukayo Saka mencetak gol dari jarak dekat.

Inter mencoba mengubah strategi dengan memasukkan pemain muda Francesco Pio Esposito, yang hampir mencetak gol dengan tendangan voli yang melebar tipis dari tiang jauh.

Namun, usaha Inter untuk mengejar ketertinggalan justru membuat mereka rentan terhadap serangan balik. Arsenal memanfaatkan situasi ini dengan baik dan mencetak gol ketiga melalui Gyokeres, mengunci kemenangan dengan skor 3-1.

Kekalahan ini membuat Inter harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki posisi mereka di grup Liga Champions. Sementara itu, Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen dengan rekor sempurna.

Dengan hasil ini, Inter harus segera bangkit dan memperbaiki performa mereka jika ingin melanjutkan perjalanan di kompetisi Eropa. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting bagi pelatih dan pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!