Analisis

Dominasi Liga Champions: Antara Premier League dan La Liga

Ringkasan Berita

  • La Liga tetap berkontribusi signifikan di Liga Champions meski Premier League mendominasi secara finansial.

  • Klub-klub Spanyol seperti Real Madrid masih memiliki potensi finansial untuk bersaing di Eropa.

  • Distribusi uang TV yang lebih merata di La Liga membantu klub-klub bawah klasemen mengatasi masalah finansial.

Analisis mendalam tentang dominasi klub Inggris dan kontribusi La Liga dalam Liga Champions.

Peran La Liga dalam Dominasi Liga Champions

Jon Driscoll, seorang pengamat sepak bola, sering membahas dinamika antara Premier League dan La Liga. Dalam podcast mingguannya bersama Terry Gibson, Driscoll mengeksplorasi bagaimana klub-klub Spanyol masih berkontribusi signifikan dalam Liga Champions meskipun kekuatan finansial Premier League semakin mendominasi. Driscoll juga mengulas momen ikonik seperti gol penjaga gawang Benfica, Anatoliy Trubin, yang menyelamatkan timnya dari eliminasi melawan Real Madrid.

Sejarah menunjukkan bahwa dominasi Premier League bukanlah hal baru. Pada musim 2007/08, tiga dari empat semifinalis Liga Champions adalah klub Inggris. Namun, dominasi ini tidak selalu berujung pada kemenangan, seperti yang terlihat dari kemenangan Chelsea di 2012 yang menjadi satu-satunya trofi Liga Champions untuk klub Inggris dalam satu dekade.

Keuangan dan Kompetisi: Tantangan untuk La Liga

Presiden La Liga, Javier Tebas, dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, telah lama mengkhawatirkan dampak finansial dari Premier League. Mereka mendorong perubahan aturan dan kontrol keuangan yang lebih ketat dari UEFA. Namun, meskipun Premier League menghasilkan pendapatan yang luar biasa, klub-klub Spanyol seperti Real Madrid masih memiliki potensi finansial untuk bersaing.

Contoh menarik adalah Atletico Madrid yang, meskipun memiliki pemain berbakat seperti Joao Felix dan Julian Alvarez, belum mampu mencapai kejayaan di Eropa. Sebaliknya, Barcelona, meskipun mengalami krisis finansial, tetap menjadi satu-satunya klub Spanyol yang berhasil masuk delapan besar musim ini.

Di sisi lain, klub-klub seperti Villarreal dan Athletic Club menghadapi tantangan tersendiri. Villarreal, misalnya, tampil buruk di pertandingan terakhir mereka melawan Bayer Leverkusen, sementara Athletic Club tampaknya berada di akhir siklus kompetitif mereka.

Distribusi uang TV yang lebih merata di La Liga telah membantu klub-klub di bagian bawah klasemen, menghilangkan masalah pembayaran gaji yang sering terjadi di masa lalu. Namun, masalah manajemen di klub seperti Sevilla dan Valencia menunjukkan bahwa tantangan internal juga mempengaruhi performa di kompetisi Eropa.

Anthony Gordon dari Newcastle mengamati bahwa gaya permainan di Liga Champions lebih terbuka dan berbasis sepak bola dibandingkan Premier League yang lebih mengandalkan lemparan jauh dan set piece. Ini menunjukkan perbedaan taktik yang mungkin mempengaruhi hasil di kompetisi Eropa.

Secara keseluruhan, meskipun Premier League semakin kuat, La Liga masih memiliki potensi untuk bersaing dan berkontribusi dalam dominasi Liga Champions. Dengan perbaikan taktik dan manajemen, klub-klub Spanyol dapat kembali ke puncak kejayaan Eropa.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!