Ringkasan Berita
-
Kylian Mbappe mengungkap insiden rasisme terhadap Vinicius Junior dalam laga Liga Champions melawan Benfica.
-
Mbappe menegaskan tindakan rasisme tidak dapat diterima dan menyerukan sanksi tegas terhadap pelaku.
-
Mbappe menekankan pentingnya menjaga nilai sepak bola dan berharap insiden ini memicu perubahan positif.
Kylian Mbappe mengungkapkan komentar rasis yang diduga diterima Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions melawan Benfica.
Kylian Mbappe baru-baru ini mengungkapkan sebuah insiden mengejutkan yang terjadi selama pertandingan Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica. Dalam wawancara eksplosifnya, Mbappe menjelaskan bagaimana rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior, menjadi sasaran komentar rasis yang diduga dilontarkan oleh pemain Benfica.
Insiden ini terjadi sesaat setelah Vinicius mencetak gol spektakuler yang memenangkan pertandingan bagi Real Madrid. Namun, kebahagiaan itu segera berubah menjadi kemarahan ketika Vinicius melaporkan kepada wasit Francois Letexier bahwa ia mendengar komentar rasis dari seorang pemain Benfica. Pemain yang diduga terlibat adalah Gianluca Prestianni, yang terlihat menutupi mulutnya dengan kaos saat mendekati Vinicius.
Mbappe, yang juga bermain dalam pertandingan tersebut, bereaksi keras terhadap insiden ini. Dia menyatakan bahwa Prestianni tidak seharusnya diizinkan bermain di Liga Champions lagi. Menurut Mbappe, tindakan seperti ini tidak dapat diterima dan harus ditindak tegas.
Reaksi Mbappe terhadap Insiden
Mbappe mengungkapkan kemarahannya kepada media setelah pertandingan. Dia menjelaskan bahwa meskipun pertandingan dilanjutkan, insiden tersebut meninggalkan kesan mendalam pada dirinya dan rekan-rekan setimnya. Mbappe menegaskan bahwa tindakan rasisme seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Dalam wawancaranya, Mbappe mengatakan, "Saya akan menceritakan seluruh kejadian: Vinicius mencetak gol, dan itu gol yang luar biasa! Dia merayakannya. Kemudian para penggemar mencemooh. Hal-hal seperti ini terjadi dalam sepak bola. Namun, ada momen tegang dengan pemain Benfica. Pemain nomor 25 dari Benfica mulai berbicara kasar dan mengucapkan hinaan. Itu tidak dapat diterima."
Mbappe menambahkan bahwa Prestianni menutupi mulutnya dan mengucapkan kata-kata rasis berulang kali. Beberapa pemain Benfica lainnya juga mendengar komentar tersebut, yang memicu kemarahan di lapangan.
Pentingnya Menjaga Nilai Sepak Bola
Mbappe menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dalam sepak bola. Dia menyatakan bahwa Liga Champions adalah kompetisi paling bergengsi di dunia, dan semua orang harus menjadi panutan yang baik bagi generasi muda. Jika tindakan rasisme dibiarkan, nilai-nilai sepak bola akan kehilangan maknanya.
"Saya sangat menghormati Benfica dan pelatih mereka, tetapi menurut saya, pemain ini tidak pantas bermain di Liga Champions lagi," kata Mbappe. "Kita harus menjadi sesuatu yang bernilai."
Insiden ini menyoroti masalah rasisme yang masih ada dalam dunia sepak bola. Mbappe dan Vinicius berharap bahwa tindakan tegas akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dengan wawancara ini, Mbappe tidak hanya mengungkapkan dukungannya terhadap Vinicius tetapi juga menegaskan komitmennya untuk melawan rasisme dalam olahraga. Dia berharap bahwa suara-suara seperti miliknya dapat membawa perubahan positif dalam dunia sepak bola.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa meskipun sepak bola adalah permainan yang menyatukan, masih ada tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan bahwa semua pemain diperlakukan dengan hormat dan adil.
Mbappe dan Vinicius bertekad untuk terus berjuang melawan rasisme, dan mereka berharap bahwa tindakan mereka akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!