Vinicius Junior Menjadi Pembeda dalam Kemenangan Real Madrid atas Benfica

Vinicius Junior Menjadi Pembeda dalam Kemenangan Real Madrid atas Benfica

Ringkasan Berita

  • Real Madrid menang meski pertandingan panas, berkat gol spektakuler Vinicius di babak kedua.

  • Kontroversi muncul saat Vinicius mengklaim pelecehan rasial, menghentikan pertandingan 10 menit.

  • Benfica kesulitan menembus pertahanan Real Madrid, yang tampil solid dan matang sepanjang laga.

Vinicius Junior mencetak gol spektakuler yang membawa Real Madrid menang 1-0 atas Benfica di Lisbon.

Real Madrid Mendominasi Pertandingan

Sebelum pertandingan dimulai, suasana hangat terlihat antara manajer Benfica, Jose Mourinho, dan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. Namun, suasana berubah menjadi tegang di babak kedua. Arbeloa berhasil membawa timnya meraih kemenangan meski pertandingan berlangsung panas.

Benfica mencoba menekan Real Madrid sejak awal dengan serangan cepat, namun Los Blancos berhasil menenangkan diri setelah sepuluh menit pertama. Vinicius Junior hampir mencetak gol setelah menerima umpan silang yang terdefleksi, namun tendangannya melebar. Thibaut Courtois melakukan penyelamatan gemilang untuk menghentikan upaya kuat dari Fredrik Aursnes.

Setelah 20 menit pertama, kedua tim lebih fokus pada pertahanan, menjaga agar tidak kebobolan. Arda Guler hampir berhasil menembus pertahanan Portugal dengan beberapa umpan yang nyaris sempurna, namun gagal memanfaatkan peluang emas.

Menjelang akhir babak pertama, Real Madrid mulai menekan lebih keras. Kylian Mbappe melepaskan tembakan yang melambung setelah menerima umpan dari Vinicius, dan kemudian menguji kiper Benfica, Anatoliy Trubin. Guler juga hampir mencetak gol, namun usahanya digagalkan oleh Trubin.

Keajaiban Vinicius di Babak Kedua

Babak kedua dimulai dengan dramatis ketika Vinicius mencetak gol spektakuler hanya dalam lima menit. Memotong dari sisi kiri, ia melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang, melewati Trubin. Gol ini menjadi sorotan utama pertandingan.

Setelah gol tersebut, Vinicius terlibat dalam perselisihan dengan Gianluca Prestianni. Ia mengklaim telah mengalami pelecehan rasial dan pertandingan terhenti selama hampir 10 menit. Seorang staf Benfica mendapat kartu merah, dan wasit Francois Letexier mengaktifkan protokol anti-rasisme.

Setelah jeda, pertandingan kembali berlangsung namun dengan suasana yang tidak nyaman. Vinicius terus menjadi ancaman terbesar bagi Benfica, sementara Real Madrid bertahan dengan kokoh menghadapi tekanan dari tuan rumah.

Kontroversi kembali terjadi ketika Vinicius melanggar Richard Rios di tepi kotak penalti. Mourinho menuntut kartu kuning kedua untuk Vinicius, namun justru ia yang diusir dari lapangan. Benfica hampir mencetak gol dari tendangan bebas yang dihasilkan, namun bola hanya membentur mistar.

Benfica akhirnya menekan Real Madrid, namun kesulitan menemukan umpan akhir yang tepat. Los Blancos menunjukkan ketenangan dalam bertahan, sebuah aspek yang sangat memuaskan bagi Arbeloa. Meskipun insiden dengan Prestianni menjadi fokus utama, Real Madrid tampil solid dan matang, dan akan menjadi favorit di Santiago Bernabeu minggu depan.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!

Comments (0)

Tidak ada komentar, jadilah yang pertama!

You Might Also Like