Harapan Henry dan Prancis telah sirna hanya dalam 30 detik, saat-saat itulah, yang terbaik mungkin hanya menantikan peluit akhir.
Harapan Henry dan Prancis telah sirna hanya dalam 30 detik, saat-saat itulah, yang terbaik mungkin hanya menantikan peluit akhir.
Setelah Ukraina, kini giliran Austria. Peran sang kapten diharapkan meloloskan Belanda ke fase knock-out.
Frank de Boer masih membuat fans De Oranje deg-degan.
Biasanya main 4-3-3. Sekarang 5-3-2. Jauh keluar pakem. Ini seperti lulusan filsafat yang kerja di pabrik mobil.
Seperti elang, sundulan sambil terbang itu membuat Belanda menghajar juara bertahan Spanyol 5-1!
Pilihan bukan sekadar gaji besar.
Menangis saat ditarik keluar. Bukan sedih diganti, melainkan teringat musibah yang baru menimpa sahabatnya.
Gol sensasional seperti Arjen Robben.
Stekelenburg adalah kiper Belanda saat dijebol Andres Iniesta di final Piala Dunia 2010. Di usia 38 tahun 264 hari, dia kembali.
Frank de Boer adalah Belanda sejati.
Patut dinanti mengikuti saran atau ngotot dengan pola baku.
Jerman dan Prancis memilih mengenakan desain klasik. Tapi masih ada satu jersey yang dianggap terbaik.
Italia dan Turki yang akan bermain pada laga pembuka Stadio Olimpico, Roma.
Pernah ditertawakan pemain-pemain Juventus karena mengenakan pakaian biasa. Benar-benar bersahaja!
Tak bermain bersama Belanda semenit pun.
Delapan tim Eropa diunggulkan di Euro 2020 dan dua tim Amerika Latin untuk Copa America 2021.
Belgia diuntungkan performa Lukaku yang makin mengkilap. Portugal diuntungkan kehadiran Ruben Dias ke jajaran bek elit.
De Boer dikritik karena menyebut Van de Beek bermain 4.000 menit di Manchester United. Padahal...
Mereka terdiri dari Prancis, Inggris, Belgia, Jerman, Spanyol, Portugal, Italia, hingga Belanda. Gahar!
Italia hanya ada di posisi delapan sementara Belanda posisi ketujuh.