Akhir Sebuah Era! Portugal Gagal di Piala Dunia 2022, Cristiano Ronaldo Menangis
Fernando Santos sekali lagi memilih mengistirahatkan Cristiano Ronaldo di bangku cadangan. CR7 baru main di awal babak kedua. Tapi, itu sudah terlambat karena Maroko mengalahkan Portugal 1-0. Pemilik lima Ballon d'Or langsung kabur ke ruang ganti dan menangis tersedu-sedu.
Tim nasional Portugal telah memilih lini depan yang sama saat mencabik-cabik Swiss di perempat final, yaitu Bruno Fernandes, Goncalo Ramos, dan Joao Felix. Keputusan tersebut berisiko memperpanjang perselisihan antara pelatih kepala dan sang megabintang.
Tapi, setelah Youssef En-Neysri menjebol jala Diego Costa lewat tandukan di area penalti, Fernando Santos mulai berubah pikiran.
Cristiano Ronaldo akhirnya dimaksukkan pada awal babak kedua menggantikan Joao Cancelo. Itu berarti Fernando Santos ingin anak-anak asuhnya menyerang total untuk mendapatkan setidaknya satu gol agar bisa berlanjut ke perpanjangan waktu, kemudian adu penalti.
Sayang, usaha keras Portugal selalu dimentahkan Yacince Bounou. Banyak peluang Portugal digagalkan mantan kiper Sevilla itu. Bahkan, CR7 sama sekali tidak mendapatkan cukup banyak kesempatan menembak ke gawang.
Puncak drama kekalahan Portugal terjadi di penghujung pertandingan. Ketika wasit meniup peluit, CR7 langsung bergegas meninggalkan lapangan. Dia menuju ruang ganti dengan wajah sedih. Di lorong menuju locker room tampak eks maskot Manchester United tersebut menangis.
Itu bukan sembarang tangisan. Itu adalah sinyal bahwa sebuah generasi telah berakhir. Generasi emas Portugal tanpa Piala Dunia. Hanya Piala Eropa dan UEFA Nations League yang bisa diberikan Cristiano Ronaldo.
Tim nasional Portugal telah memilih lini depan yang sama saat mencabik-cabik Swiss di perempat final, yaitu Bruno Fernandes, Goncalo Ramos, dan Joao Felix. Keputusan tersebut berisiko memperpanjang perselisihan antara pelatih kepala dan sang megabintang.
Tapi, setelah Youssef En-Neysri menjebol jala Diego Costa lewat tandukan di area penalti, Fernando Santos mulai berubah pikiran.
Cristiano Ronaldo akhirnya dimaksukkan pada awal babak kedua menggantikan Joao Cancelo. Itu berarti Fernando Santos ingin anak-anak asuhnya menyerang total untuk mendapatkan setidaknya satu gol agar bisa berlanjut ke perpanjangan waktu, kemudian adu penalti.
Sayang, usaha keras Portugal selalu dimentahkan Yacince Bounou. Banyak peluang Portugal digagalkan mantan kiper Sevilla itu. Bahkan, CR7 sama sekali tidak mendapatkan cukup banyak kesempatan menembak ke gawang.
Puncak drama kekalahan Portugal terjadi di penghujung pertandingan. Ketika wasit meniup peluit, CR7 langsung bergegas meninggalkan lapangan. Dia menuju ruang ganti dengan wajah sedih. Di lorong menuju locker room tampak eks maskot Manchester United tersebut menangis.
Itu bukan sembarang tangisan. Itu adalah sinyal bahwa sebuah generasi telah berakhir. Generasi emas Portugal tanpa Piala Dunia. Hanya Piala Eropa dan UEFA Nations League yang bisa diberikan Cristiano Ronaldo.
If this is the end of Cristiano Ronaldo's World Cup career, he leaves as one of the most decorated players to not win the tournament.
— ESPN Stats & Info (@ESPNStatsInfo) December 10, 2022
? 22 games played (5th-most all-time)
? 8 World Cup goals
? 1st men's player to score in 5 World Cups pic.twitter.com/Fa1ZrFtpE4
Cristiano Ronaldo first player off the pitch, don’t think he even noticed the pitch invader. Straight down the tunnel in tears. That’s his World Cup dream over. pic.twitter.com/oFHHQC3Oub
— Daniel Taylor (@DTathletic) December 10, 2022
Cristiano Ronaldo saiu de campo chorando muito.
— Diário de Gols, infos e Stats | Olho no fixado ? (@DiarioGols) December 10, 2022
pic.twitter.com/Udm2y6bkoE