Gianluigi Buffon menyebutkan tiga stadion favoritnya, termasuk dua stadion ikonik di Inggris.
Gianluigi Buffon, kiper legendaris asal Italia, akhirnya memutuskan untuk pensiun di usia 45 tahun setelah menjalani karier profesional selama 28 tahun. Selama masa kariernya, Buffon berhasil meraih 12 penghargaan Kiper Terbaik Serie A, 10 gelar liga bersama Juventus, dan mencatatkan rekor penampilan liga sebanyak 658 kali.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah meraih Golden Glove pada tahun 2006 setelah menjaga lima clean sheet saat Italia menjadi juara Piala Dunia.
Meski tidak pernah meraih trofi Liga Champions, Buffon tetap memiliki karier yang gemilang dan kesempatan untuk bermain di beberapa stadion paling ikonik di dunia. Ketika ditanya tentang tiga stadion favoritnya, tidak ada satupun yang berasal dari Italia. Dua stadion terletak di Inggris, sementara satu lagi berada di dekat perbatasan Eurasia.
Stadion Ibrox di Glasgow
Buffon memiliki kenangan khusus dengan Stadion Ibrox, markas dari Rangers di Glasgow. Meskipun Celtic Park lebih besar dan bersejarah, Buffon lebih memilih Ibrox sebagai salah satu favoritnya. Ia pernah bermain di sana dua kali saat masih bersama Parma. Buffon mengingat atmosfer intimidatif di stadion ini, yang membuatnya terkesan.
Selama sesi tanya jawab di Instagram pada Oktober 2018, Buffon menyebut Ibrox sebagai salah satu stadion favoritnya. Ia mengingat pertandingan imbang 1-1 yang membantu Parma lolos dari hadangan Rangers di Piala UEFA tahun 1998, meskipun kalah 0-2 di kualifikasi Liga Champions setahun kemudian.
Keajaiban Anfield di Liverpool
Anfield, markas Liverpool, dikenal dengan atmosfer magisnya, terutama saat pertandingan Eropa. Buffon mengakui bahwa Anfield adalah salah satu stadion yang membuatnya terkesan. Ia menyebutkan bahwa suasana di stadion ini sangat mempengaruhi konsentrasinya selama 15-20 menit pertama pertandingan.
Buffon pernah menjadi penonton di Anfield saat PSG kalah di Liga Champions pada tahun 2018. Meskipun saat itu ia sedang menjalani hukuman larangan bermain, Buffon pernah bermain melawan Liverpool di Anfield pada April 2005, ketika Juventus kalah 2-1.
Stadion ketiga yang disebut Buffon adalah Sukru Saracoglu di Istanbul, markas Fenerbahce. Stadion ini dikenal dengan atmosfernya yang intens dan penuh semangat, membuat Buffon merasa seperti berada di medan perang yang sesungguhnya.
Dengan empat tribun yang menjulang tinggi dan menekan lapangan, Buffon merasakan tekanan luar biasa dari para penggemar Fenerbahce. Ia menggambarkan pengalaman bermain di stadion ini seperti berada dalam permainan bertahan hidup yang menegangkan.
Buffon dikenal sebagai pemain yang mampu tampil baik di bawah tekanan, dan Sukru Saracoglu memberikan tantangan yang sesuai dengan karakteristiknya. Ia merasa berada di tempat yang tepat ketika bermain di stadion ini.
Ketiga stadion ini meninggalkan kesan mendalam bagi Buffon, bukan hanya karena arsitektur atau sejarahnya, tetapi juga karena atmosfer dan dukungan fanatik dari para penggemarnya. Buffon merasa terhormat bisa bermain di tempat-tempat yang begitu ikonik dalam dunia sepak bola.
Dengan pensiunnya Buffon, dunia sepak bola kehilangan salah satu kiper terbaik yang pernah ada. Namun, kenangan dan pengalamannya di stadion-stadion ini akan selalu menjadi bagian dari warisan kariernya yang luar biasa.
Buffon mungkin tidak lagi bermain di lapangan, tetapi kisah-kisahnya tentang stadion favoritnya akan terus menginspirasi para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Ia menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang pengalaman dan kenangan yang tak terlupakan.