Pep Guardiola pernah menyebut sosok ini sebagai pemain terbaik di Liga Premier, namun performanya kini menurun drastis.
Pep Guardiola, manajer Manchester City, menghadapi musim yang penuh tantangan. Harapan untuk meraih gelar Liga Premier kelima berturut-turut pupus ketika Rodri mengalami cedera lutut serius.
Tanpa kehadiran Rodri, beberapa pemain andalan City seperti Kevin De Bruyne, Phil Foden, Bernardo Silva, dan John Stones menunjukkan performa yang mengecewakan. Akibatnya, City kini berada di posisi keempat klasemen, tertinggal 20 poin dari pemimpin klasemen, Liverpool.
Phil Foden: Dari Pemain Terbaik ke Penurunan Performa
Pada bulan Maret 2024, Guardiola memuji Phil Foden sebagai pemain terbaik di Liga Premier. Setelah kemenangan 3-1 City atas Manchester United, Guardiola berkata, "Dia selalu berbakat, tetapi sekarang dia lebih matang dan memahami permainan, terutama dalam bertahan. Dia bisa bermain di tengah, kanan, dan kiri, mencetak gol dari berbagai posisi. Apa yang bisa saya katakan? Dia adalah pemain terbaik di Liga Premier saat ini."
Namun, musim ini Foden mengalami penurunan performa. Setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional tahun lalu, Foden hanya mencetak tujuh gol dan dua assist dalam 22 pertandingan Liga Premier musim ini. Ini jauh dari harapan setelah mencetak 19 gol musim sebelumnya.
Guardiola menambahkan, "Ketika dia mencetak dua gol, itu memberi saya lebih banyak kepuasan daripada hal lainnya. Kami tidak bernegosiasi tentang itu, siapa yang tidak melakukannya tidak akan tetap bercokol di tim. Dia mencintai sepak bola, hidup untuk sepak bola. Dia adalah kegembiraan dan etos kerjanya luar biasa."
Foden dan City akan kembali beraksi pada Sabtu malam melawan Plymouth Argyle di babak kelima Piala FA. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Foden untuk membuktikan dirinya dan kembali ke performa terbaiknya.
Musim ini menjadi pembelajaran bagi Guardiola dan timnya. Dengan tantangan yang ada, mereka harus menemukan cara untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Performa Foden yang menurun menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus diatasi oleh Guardiola.
Guardiola dikenal dengan strategi dan taktiknya yang brilian, namun musim ini membuktikan bahwa bahkan pelatih terbaik pun bisa menghadapi kesulitan. Dengan cedera pemain kunci dan penurunan performa pemain lainnya, Guardiola harus memutar otak untuk menemukan solusi.
Foden, yang sebelumnya dianggap sebagai masa depan City, kini harus membuktikan bahwa dia masih memiliki potensi untuk menjadi pemain terbaik di Liga Premier. Dengan dukungan dari Guardiola dan tim, Foden diharapkan bisa kembali menemukan performa terbaiknya.
Perjalanan City musim ini menjadi pengingat bahwa sepak bola adalah permainan yang penuh dengan ketidakpastian. Meskipun memiliki pemain berbakat dan pelatih hebat, hasil akhir tetap tidak bisa diprediksi.
Guardiola dan timnya harus terus bekerja keras untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan semangat dan determinasi, mereka bisa kembali ke jalur kemenangan dan meraih kesuksesan di masa depan.
Foden, dengan bakat dan potensinya, masih memiliki banyak waktu untuk membuktikan dirinya. Dengan kerja keras dan dedikasi, dia bisa kembali menjadi pemain yang diandalkan oleh City dan Guardiola.
Musim ini mungkin penuh tantangan, tetapi dengan semangat juang yang tinggi, City dan Foden bisa mengatasi segala rintangan dan kembali meraih kejayaan di Liga Premier.