Saya adalah wakil kerajaan Bahrain yang indah. Mengapa....
Pelatih tim nasional Bahrain, Dragan Talajic, mengungkapkan keberatannya saat lagu kebangsaan Bahrain disoraki oleh para penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Selasa.
Sebagai bagian dari seremoni pra-pertandingan, lagu kebangsaan Bahrain dan Indonesia Raya diputar untuk menghormati kedua tim yang bersaing dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
“Saya ingin meminta maaf atas satu hal. Saya datang ke sini sebagai wakil dari Kerajaan Bahrain yang Indah. Ketika lagu kebangsaan kami diputarkan, 65 ribu orang tidak memberikan penghormatan. Jadi, saya mohon maaf. Saya mengerti Indonesia lebih baik dari ini,” ucap Talajic dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Pada laga tersebut, Indonesia meraih kemenangan dengan skor 1-0 berkat gol yang dicetak Ole Romeny pada menit ke-24.
Talajic menyatakan bahwa timnya melakukan kesalahan pada detail yang membuat tim Garuda mampu mencetak gol tersebut. “Hasil akhirnya 1-0, dan saya sedikit kecewa. Saya berharap kami bisa setidaknya mendapatkan hasil imbang. Karena satu kesalahan kecil dari kami membuat mereka (Indonesia) mencetak gol. Setelah itu, momentum ada di pihak mereka,” terang pelatih asal Kroasia itu.
Kekalahan ini membuat Bahrain tetap terjebak di posisi kelima klasemen sementara Grup C dengan enam poin, tertinggal enam poin dari Indonesia yang saat ini berada di posisi keempat.
Meskipun begitu, Talajic masih optimis akan peluang timnya untuk lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. “Peluang untuk peringkat ketiga dan keempat masih terbuka. Indonesia sedikit lebih baik posisi mereka dibanding kami. Namun, kalian akan menghadapi Jepang dalam satu laga. Ini artinya peluang masih ada. Namun, kalian saat ini dalam posisi yang jauh lebih baik, satu tingkat lebih tinggi daripada kami,” ujarnya.
“Di sisi lain, jangan lupakan Arab Saudi. Meskipun Anda bisa berbicara tentang Jepang dan Australia, Arab Saudi juga merupakan tim yang kuat. Mereka memiliki peluang, sama halnya dengan kami. Apa pun bisa terjadi di grup ini, jadi peluang itu masih ada,” tutupnya.