Ringkasan Berita
-
Turki Alasikh berharap keluarga Glazer segera berpisah dengan Manchester United setelah pemecatan Ruben Amorim.
-
Amorim gagal membawa kesuksesan di Manchester United, hanya bertahan 14 bulan dan dipecat setelah hasil buruk.
-
Manchester United berada di posisi keenam Liga Inggris, tertinggal dari Chelsea berdasarkan selisih gol.
Ketua tinju Saudi, Turki Alasikh, berharap keluarga Glazer meninggalkan Manchester United setelah pemecatan Ruben Amorim.
Turki Alasikh dan Harapannya untuk Manchester United
Ketua tinju Saudi, Turki Alasikh, baru-baru ini mengungkapkan harapannya agar Manchester United segera berpisah dengan pemiliknya, keluarga Glazer. Pernyataan ini muncul setelah klub memutuskan untuk memecat manajer Ruben Amorim. Amorim, yang sebelumnya sukses di Sporting CP, hanya bertahan selama 14 bulan di United sebelum dipecat pada tanggal 5 Januari.
Performa Amorim di Manchester United
Amorim menggantikan Erik ten Hag pada November 2024 dengan harapan bisa membawa kesuksesan serupa seperti yang ia raih di Portugal. Namun, perjalanan Amorim di United tidak berjalan mulus. Meskipun berhasil membawa tim ke final Liga Europa musim lalu, mereka kalah dari rival domestik, Tottenham Hotspur. Selain itu, United mengalami musim terburuk dalam lima dekade terakhir dengan finis di posisi ke-15.
Musim ini, hasil yang tidak konsisten membuat posisi Amorim semakin terancam. Pernyataannya setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United yang baru promosi, di mana ia mengungkapkan keinginannya untuk menjadi manajer bukan sekadar pelatih, menjadi pemicu pemecatannya.
“Puji Tuhan … akhirnya … semoga keluarga Glazer segera menyusul,” kata Alasikh, seperti dilaporkan oleh The Sun.
Posisi Manchester United di Liga Inggris
Manchester United, yang dimiliki oleh keluarga Glazer sejak Juni 2005, saat ini berada di posisi keenam di Liga Inggris setelah 20 pertandingan. Mereka tertinggal dari Chelsea hanya berdasarkan selisih gol.
Pernyataan Kontroversial Ruben Amorim
Setelah pertandingan melawan Leeds, Amorim secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa ada masalah di balik layar Manchester United. Ia menyebut adanya campur tangan dari hierarki klub dan menekankan bahwa setiap departemen, termasuk departemen pencari bakat dan direktur olahraga, harus menjalankan tugasnya dengan baik.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Amorim mengatakan, “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan pelatih. Setiap departemen - departemen pencari bakat, direktur olahraga - harus melakukan tugas mereka. Saya akan melakukan tugas saya selama 18 bulan, dan kemudian kita akan melanjutkan.”
Namun, klub memutuskan untuk tidak menunggu hingga kontrak Amorim berakhir dan mengumumkan mantan pemain Darren Fletcher sebagai pelatih sementara.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!