Ringkasan Berita
-
Manchester United bermain imbang 2-2 melawan Burnley di bawah asuhan Darren Fletcher.
-
Joshua Zirkzee mendapat kritik tajam karena gagal tampil impresif dalam pertandingan tersebut.
-
Pendukung Manchester United menyerukan perubahan taktik dan pemain untuk meningkatkan performa tim.
Penampilan buruk Zirkzee saat Manchester United melawan Burnley memicu kritik dari fans.
Penampilan Mengecewakan di Turf Moor
Manchester United memulai era baru di bawah asuhan Darren Fletcher dengan hasil imbang 2-2 melawan Burnley. Pertandingan ini menjadi sorotan karena penampilan salah satu pemain yang dinilai kurang memuaskan oleh para pendukung. Setelah pemecatan Ruben Amorim, United berusaha bangkit, namun awal pertandingan diwarnai dengan gol bunuh diri yang membuat mereka tertinggal lebih dulu.
Di babak kedua, United menunjukkan perbaikan dengan Benjamin Sesko mencetak dua gol dalam waktu 10 menit. Namun, Burnley mampu menyamakan kedudukan berkat gol dari Jaidon Anthony. Meskipun Fletcher melakukan beberapa pergantian pemain untuk mencari kemenangan, hasil akhir tetap imbang.
Kritik Terhadap Joshua Zirkzee
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Joshua Zirkzee, yang didatangkan dari Bologna dengan nilai transfer sekitar Rp 563 miliar. Meskipun diberi kesempatan bermain bersama Sesko, Zirkzee gagal memberikan dampak positif. Dalam 16 menit bermain, ia kehilangan bola empat kali dan tidak berhasil mencetak gol.
Statistik Zirkzee dalam pertandingan tersebut menunjukkan bahwa ia hanya melakukan dua tembakan tanpa satupun yang tepat sasaran. Penampilannya yang kurang memuaskan ini memicu kritik dari para pendukung yang menginginkan perubahan di lini depan United.
Beberapa pendukung menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial, menyatakan bahwa Zirkzee seharusnya tidak lagi bermain untuk klub. Mereka lebih memilih pemain muda seperti Shea Lacey untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain.
Seorang penggemar menulis, "Zirkzee benar-benar buruk saat masuk. Dia sering kehilangan bola." Komentar ini sejalan dengan pendapat lain yang menyarankan agar Lacey mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain.
Para pendukung juga menyarankan perubahan taktik dengan memasukkan pemain seperti Amad dan Lacey di sayap, serta memanfaatkan Bruno dan Mount di lini tengah.
Penampilan Zirkzee yang mengecewakan ini membuat banyak pihak meragukan masa depannya di Old Trafford. Beberapa pendukung bahkan menyebut penampilannya sebagai "racun" bagi tim.
Dengan performa yang tidak konsisten, masa depan Zirkzee di Manchester United menjadi tanda tanya besar. Klub mungkin perlu mempertimbangkan untuk menjualnya dan mencari pengganti yang lebih kompeten.
Perubahan di lini depan menjadi langkah penting bagi United untuk kembali bersaing di papan atas Liga Premier Inggris.
Apakah Zirkzee akan mendapatkan kesempatan kedua atau justru akan dilepas, hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Namun, satu hal yang pasti, Manchester United perlu segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar bisa kembali ke jalur kemenangan.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!