Ringkasan Berita
-
AS mempertimbangkan serangan siber terhadap Iran di tengah ketegangan akibat tindakan keras Iran terhadap pengunjuk rasa.
-
Trump mengancam intervensi jika Iran terus menargetkan demonstran, meski opsi militer dianggap terlalu dini.
-
Pertemuan akan membahas opsi non-mematikan, termasuk senjata siber, untuk menargetkan situs militer dan sipil Iran.
AS mempertimbangkan serangan siber terhadap Iran di tengah krisis politik dan peringatan keras dari Donald Trump.
Amerika Serikat sedang mempertimbangkan kemungkinan serangan siber terhadap Iran, yang juga merupakan peserta Piala Dunia, menurut laporan terbaru. Situasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat tindakan keras pemerintah Iran terhadap para pengunjuk rasa di seluruh negeri.
Menurut BBC, lebih dari 540 orang telah tewas di Iran akibat tindakan keras tersebut. Sementara itu, Human Rights Activist News Agency melaporkan bahwa 495 pengunjuk rasa dan 48 personel keamanan telah terbunuh. Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan intervensi jika pasukan keamanan terus menargetkan demonstran.
Diplomasi dan Ancaman Trump
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa saluran diplomatik dengan AS tetap terbuka, menurut BBC News. Para pemimpin Iran telah menghubungi AS untuk bernegosiasi. Namun, media AS melaporkan bahwa Trump telah disajikan opsi militer untuk intervensi, meskipun para pejabat memperingatkan bahwa saat ini terlalu dini untuk melanjutkan.
Pertemuan dijadwalkan pada hari Selasa, di mana para pejabat dikatakan sedang mempersiapkan opsi bagi Trump untuk menargetkan Iran dengan langkah-langkah non-mematikan. Salah satu opsi tersebut adalah penggunaan 'senjata siber rahasia' terhadap situs militer dan sipil Iran.
Implikasi Serangan Siber
Menurut Reuters, layanan komunikasi dan internet telah 'diblokir' oleh otoritas Iran selama empat hari terakhir sejak tindakan keras pemerintah dimulai. Jika serangan siber terjadi, hal itu berpotensi membantu memulihkan akses internet.
Trump menyatakan bahwa dia akan membahas situasi ini dengan Elon Musk, pemilik perusahaan SpaceX yang menggunakan teknologi Starlink. Teknologi ini dapat memainkan peran penting dalam mengatasi pemadaman internet di Iran.
Iran telah lolos ke Piala Dunia FIFA, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko musim panas ini. Mereka berada dalam grup bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dan bisa saja bertemu dengan AS di lapangan.
Situasi ini menempatkan AS dalam posisi yang rumit, mengingat hubungan diplomatik yang tegang dan potensi konflik di panggung internasional. Ancaman Trump untuk 'memukul Iran sangat keras di tempat yang menyakitkan' menambah ketegangan dalam hubungan kedua negara.
Dengan kemungkinan serangan siber yang sedang dipertimbangkan, AS tampaknya bersiap untuk mengambil langkah-langkah yang lebih agresif dalam menangani situasi ini. Namun, keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil pertemuan dan diskusi lebih lanjut dengan para pemimpin dunia lainnya.
Keputusan ini juga akan dipengaruhi oleh bagaimana Iran menanggapi tekanan internasional dan apakah mereka akan melanjutkan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa. Dunia kini menunggu dengan cemas untuk melihat bagaimana situasi ini akan berkembang.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!