Ringkasan Berita
-
Cristian Chivu memuji akademi muda Inter Milan setelah kemenangan Coppa Italia melawan Torino.
-
Inter Milan tidak menambah pemain baru di jendela transfer Januari, mengandalkan talenta muda.
-
Inter akan menghadapi Napoli atau Como di semifinal Coppa Italia, terus berkompetisi di berbagai turnamen.
Cristian Chivu percaya Inter bisa berkembang tanpa membeli pemain baru, berkat akademi muda yang berbakat.
Inter Milan dan Potensi Pemain Muda
Cristian Chivu, pelatih kepala FC Internazionale Milano, memberikan pujian kepada akademi muda Inter yang telah memberikan talenta segar dalam kemenangan Coppa Italia melawan Torino. Menurut Chivu, sebuah tim dapat berkembang tanpa harus membeli pemain baru. Dalam pertandingan tersebut, Inter memberikan kesempatan debut penuh kepada pemain tim muda seperti Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate, yang terakhir memberikan assist untuk gol Ange-Yoan Bonny.
Andy Diouf menambah gol kedua setelah jeda, sementara Torino berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Sandro Kulenovic, menciptakan akhir yang menegangkan. Namun, gol penyama kedudukan dari Matteo Prati dianulir karena offside. Chivu merasa puas dengan eksperimen yang dilakukan pada tim Inter.
Strategi Chivu dan Tantangan Mendatang
Chivu menyatakan bahwa dirinya bukanlah seorang jurnalis atau pemain sepak bola fantasi, sehingga ia tidak memberikan penilaian pemain. Namun, ia merasa puas dengan performa dan energi yang ditunjukkan timnya dalam pertandingan tersebut. Meskipun Inter tidak memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri melawan Torino, karena pertandingan diadakan di Stadion U-Power di Monza, mereka tetap menunjukkan performa yang solid.
Chivu menjelaskan bahwa dalam pertandingan seperti ini, dibutuhkan energi dan kaki-kaki yang segar, sehingga ia memilih pemain yang memiliki energi tersebut. Ia juga memberikan pujian kepada Cocchi dan Kamate, serta mereka yang mengelola akademi muda Inter yang telah bekerja dengan para pemain muda ini selama bertahun-tahun.
Inter tidak menambah pemain baru selama jendela transfer Januari, meskipun ada cedera yang dialami Denzel Dumfries. Chivu mencatat bahwa tim dapat berkembang tanpa harus mendatangkan pemain baru. Meskipun pasar transfer Januari cukup rumit, para pemain dari tim U-23 dapat memberikan kontribusi yang berarti.
Hasil pertandingan ini berarti Inter akan menghadapi Napoli atau Como di semifinal Coppa Italia, yang merupakan satu-satunya tahap turnamen yang dimainkan dalam dua leg. Mereka juga memimpin klasemen Serie A, dengan hanya Milan yang tampaknya mampu bersaing, dan akan bermain melawan Bodo/Glimt di play-off Liga Champions.
Chivu menekankan keinginan untuk tetap kompetitif dan memberikan konsistensi terhadap apa yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Inter terus melangkah dengan keyakinan, kerja keras, dan penampilan yang baik, selalu menyadari bahwa mereka dapat terus berkembang.
Ini adalah kali ke-19 dalam 30 musim terakhir Inter mencapai semifinal Coppa Italia, dan kemenangan kedelapan berturut-turut mereka atas Torino. Semifinal akan dijadwalkan sebelum Derby della Madonnina di Serie A, sehingga bisa menambah beban bagi Inter, mengingat Milan kini keluar dari Coppa Italia dan tidak memiliki komitmen Eropa.
Chivu menyatakan bahwa ia tidak pernah khawatir, ia lebih suka bermain sepak bola daripada berlatih. Inter tidak boleh kekurangan ambisi, tetapi itu juga tidak boleh disalahartikan sebagai obsesi, karena harapan yang tinggi dapat menciptakan kekecewaan. Mereka bekerja keras untuk memastikan kesiapan, dan itulah yang selalu dilakukan oleh para pemain ini.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!