Donald Trump Berikan Ultimatum 10 Hari Jelang Piala Dunia 2026

Donald Trump Berikan Ultimatum 10 Hari Jelang Piala Dunia 2026

Ringkasan Berita

  • Donald Trump mengeluarkan ultimatum 10 hari terkait aksi militer menjelang Piala Dunia 2026.

  • Ketegangan AS-Iran meningkat setelah protes besar-besaran di Iran dan respons keras dari pasukan keamanan.

  • AS mengirim pasukan ke Timur Tengah, sementara negosiasi nuklir dengan Iran berlangsung di Swiss.

Donald Trump mengeluarkan ultimatum 10 hari terkait aksi militer menjelang Piala Dunia 2026.

Ultimatum 10 Hari dari Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan terkait Piala Dunia 2026. Trump menyatakan bahwa salah satu negara peserta Piala Dunia akan mengetahui apakah mereka akan menjadi subjek aksi militer dalam waktu 10 hari ke depan. Pernyataan ini muncul menjelang turnamen yang akan diselenggarakan di AS, Kanada, dan Meksiko. Para penggemar sepak bola tentu menantikan festival sepak bola ini, di mana pemain terbaik dunia akan tampil di panggung utama.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, ada kekhawatiran mengenai kebijakan luar negeri AS. Sejak awal tahun 2026, Trump terlibat dalam perang kata-kata dengan pimpinan Iran setelah protes besar-besaran terjadi di negara Timur Tengah tersebut pada akhir Desember. Warga Iran turun ke jalan memprotes kondisi ekonomi yang buruk.

Ketegangan dengan Iran

Ketegangan antara AS dan Iran semakin memanas ketika pasukan keamanan Iran membalas dengan kekerasan. Menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA), sekitar 7.015 orang tewas dalam protes tersebut, dan 53.000 lainnya ditangkap. Pada bulan Januari, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyalahkan AS atas kematian tersebut. Di tengah kerusuhan sipil ini, Trump mendesak para demonstran untuk terus berjuang dan berjanji bahwa 'bantuan' sedang dalam perjalanan.

Iran termasuk dalam daftar 38 negara yang dilarang bepergian ke AS oleh pemerintahan Trump. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung yang berencana menghadiri Piala Dunia. Namun, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk visa imigran dan tidak berlaku untuk visa non-imigran seperti turis, atlet, dan media yang berniat menghadiri Piala Dunia.

Trump juga telah menyerukan perubahan rezim di Iran dan terus menekan negara tersebut untuk mencapai kesepakatan dengan AS mengenai program nuklirnya. Iran mengklaim bahwa program nuklirnya bersifat damai dan tidak digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, dalam seminggu terakhir, AS telah mengirimkan pasukan militer ke Timur Tengah, dengan negosiasi antara negosiator Amerika dan Iran dilaporkan berlangsung di Swiss.

Berbicara pada hari Jumat (20 Februari), Trump menjelaskan bahwa akan jelas 'dalam waktu 10 hari' apakah kesepakatan dapat dicapai sementara aset militer AS tetap berada di negara tersebut jika Amerika memilih untuk mengambil tindakan militer. 'Jadi sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak,' kata Trump.

Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!

Comments (0)

Tidak ada komentar, jadilah yang pertama!

You Might Also Like