Ringkasan Berita
-
Kontroversi muncul di San Siro terkait perilaku tidak sportif Cesc Fabregas saat melawan Milan.
-
Fabregas mengakui perilaku tidak sportifnya, namun aturan Serie A tidak izinkan hukuman berdasarkan bukti video.
-
Aturan Serie A hanya izinkan bukti video untuk kekerasan atau perilaku tidak sportif serius, bukan kasus Fabregas.
Penjelasan mengapa Cesc Fabregas tidak dapat dihukum meskipun mengakui perilaku tidak sportif dalam pertandingan Milan vs Como.
Kontroversi di San Siro
Banyak yang menyerukan penggunaan bukti video untuk menghukum pelatih Como, Cesc Fabregas, atas pengakuan 'perilaku tidak sportif' melawan Milan. Namun, aturan tidak mengizinkannya. Insiden ini memicu kontroversi selama pertandingan Serie A yang dijadwalkan ulang di San Siro, yang berakhir 1-1.
Fabregas mengakui perilaku tidak sportifnya. Pada menit ke-80, Alexis Saelemaekers berjuang dengan dua pemain Como untuk merebut bola di garis tepi ketika dia merasakan tarikan pada bajunya atau dorongan di punggung. Itu adalah Fabregas, yang membuatnya berbalik dan bereaksi marah, memungkinkan Como menciptakan situasi serangan berbahaya.
Reaksi dan Aturan yang Berlaku
Reaksi Saelemaekers memicu keributan di garis tepi yang membuat pelatih Milan, Max Allegri, dan manajer tim Como, Davide Cattaneo, diusir. Karena tidak ada hukuman untuk Fabregas, yang mengakui dalam konferensi pers dan beberapa wawancara pasca pertandingan tentang 'perilaku tidak sportif' dengan Saelemaekers, banyak yang menyerukan tindakan diambil menggunakan bukti video.
Namun, analisis aturan Lega Serie A menunjukkan mengapa itu tidak akan terjadi. Pasal 61 dari sistem keadilan olahraga dengan jelas menyatakan bahwa bukti video hanya dapat digunakan dalam situasi di mana ada tindakan kekerasan, perilaku tidak sportif serius, atau frasa menghujat. Perilaku tidak sportif serius juga dijelaskan dalam kode etik sebagai simulasi yang jelas untuk memenangkan penalti atau mengeluarkan pemain, mencetak gol dengan sengaja menggunakan tangan, atau mencegah gol dengan sengaja menggunakan tangan. Tindakan kekerasan juga tidak dapat benar-benar diterapkan pada situasi ini, karena Saelemaekers paling banyak hanya disentuh di punggung. Oleh karena itu, Fabregas tidak akan dihukum, tetapi itu adalah situasi yang sangat tidak biasa di mana seorang pelatih mengganggu permainan sambil tetap berada di luar lapangan.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!