Ringkasan Berita
-
Simone Inzaghi memulai karirnya di Al-Hilal dengan gemilang, memimpin Liga Pro Saudi.
-
Kedatangan Karim Benzema membawa tantangan baru, membuat Al-Hilal turun ke posisi ketiga.
-
Tekanan meningkat pada Inzaghi, dengan pertandingan mendatang menjadi penentu masa depannya.
Simone Inzaghi menghadapi tantangan besar di Al-Hilal setelah awal musim yang menjanjikan.
Simone Inzaghi dan Awal yang Menjanjikan di Al-Hilal
Simone Inzaghi tiba di Arab Saudi dengan reputasi sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia sepak bola. Setelah membawa Inter Milan ke dua final Liga Champions dalam tiga tahun, ia menandatangani kontrak dengan Al-Hilal yang dilaporkan bernilai sekitar Rp 416 miliar per musim. Namun, kenyataan di lapangan mulai menunjukkan tantangan yang berbeda.
Al-Hilal memulai musim dengan gemilang, memimpin Liga Pro Saudi dengan keunggulan tujuh poin. Penampilan dominan ini menunjukkan bahwa Inzaghi mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan barunya. Namun, bulan Januari membawa perubahan besar dengan kedatangan Karim Benzema, yang merupakan rekomendasi dari Inzaghi sendiri.
Tantangan Baru dan Tekanan yang Meningkat
Sejak kedatangan Benzema, hasil pertandingan Al-Hilal mulai mengkhawatirkan. Dalam tujuh pertandingan terakhir, mereka hanya meraih lima hasil imbang, membuat mereka turun ke posisi ketiga di klasemen, empat poin di belakang pemimpin klasemen Al-Ahli. Al-Nassr, yang diperkuat Cristiano Ronaldo, juga berada di atas mereka.
Media Arab melaporkan bahwa kepemilikan klub tidak puas dengan kinerja Inzaghi, dan para pendukung mulai secara terbuka menyerukan pemecatannya. Memecat pelatih dengan gaji sebesar itu akan menjadi komitmen finansial yang besar, tetapi laporan menunjukkan bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil.
Inzaghi pernah mengalami situasi serupa di Inter Milan, di mana timnya kehilangan keunggulan tujuh poin di Serie A dan akhirnya disalip oleh AC Milan yang dilatih Stefano Pioli. Kini, ia harus membalikkan defisit serupa melawan Al-Nassr yang dilatih Jorge Jesus.
Pertandingan berikutnya akan sangat menentukan. Al-Hilal akan menghadapi Al-Shabab, yang saat ini berada di posisi kedua belas, sebelum beralih ke babak 16 besar Liga Champions Asia melawan Al-Saad, yang dilatih oleh mantan rekan setimnya di Italia, Roberto Mancini. Jika Inzaghi berhasil memenangkan kedua pertandingan ini, tekanannya akan berkurang. Namun, jika tidak, pertanyaan tentang masa depannya akan semakin keras terdengar.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!