Indra Sjafri menyerahkan nasibnya sebagai pelatih kepala Timnas U-20 Indonesia kepada PSSI setelah Garuda Nusantara gagal memenuhi target lolos Piala Dunia U-20 2025 di Chile.
Indra Sjafri menyerahkan nasibnya sebagai pelatih kepala Timnas U-20 Indonesia kepada PSSI setelah Garuda Nusantara gagal memenuhi target lolos Piala Dunia U-20 2025 di Chile.
"Mengenai hal-hal yang misalnya apakah saya harus dievaluasi, harus diganti, dan lain sebagainya, saya menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI," kata Indra dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis.
"Jangankan diganti, karena ini tugas negara, apa pun risiko dari kegagalan ini saya secara ksatria bertanggung jawab...(lebih) berat dari itu saya siap," sambungnya.
Indra gagal memenuhi target membawa Indonesia melaju ke Piala Dunia U-20 2025 setelah tampil mengecewakan pada Piala Asia U-20 2025.
Garuda Nusantara hanya menempati peringkat ketiga Grup C dengan satu poin dari tiga pertandingan setelah takluk 0-3 kepada Iran, menyerah 1-3 kepada Uzbekistan, dan cuma bisa 0-0 melawan Yaman.
Hasil ini tak cukup membawa Indonesia melaju ke Piala Dunia U-20 karena untuk lolos ke turnamen itu harus mencapai semifinal Piala Asia U-20.
Ini kali ketiga Indra gagal Indonesia melaju ke Piala Dunia U-20 setelah 2014 di Myanmar dan 2018 di Indonesia.
Pelatih tim nasional U-20 Indonesia Indra Sjafri menyampaikan permohonan maaf atas kegagalannya memenuhi target yang ia emban, salah satunya mengantarkan tim lolos ke Piala Dunia U-20 2025 di Chile.
Hal itu disampaikan Indra selepas Indonesia main imbang tanpa gol kontra Yaman dalam laga pemungkas Grup C Piala Asia U-20 di Stadion Shenzhen, China, Rabu (19/2) malam, membuat Garuda Muda melewatkan turnamen tanpa satu kemenangan pun.
"Saya mewakili tim dan saya pribadi sebagai pelatih yang dipercaya minta maaf kepada semua masyarakat Indonesia, tidak bisa memenuhi keinginan untuk bisa lolos ke Piala Dunia (U-20)," kata Indra dalam keterangan pascalaga yang diterima di Jakarta, Kamis dini hari.
Indra mengaku memiliki tiga target utama kala dipercaya menangani Timnas U-20 sejak Desember 2023, yakni menjuarai Piala AFF U-19 2024, lolos ke babak utama Piala Asia U-20 2025, dan mencapai Piala Dunia U-20 2025.
"Dari ketiga itu saya tidak bisa mengantarkan tim ini untuk lolos ke Piala Dunia (U-20). Untuk itu sekali lagi saya memohon maaf," katanya.
Indra juga meminta maaf kepada PSSI sekaligus berterima kasih atas dukungan induk organisasi induk sepak bola Indonesia tersebut selama ia menakhodai Timnas U-20.
"Saya berterima kasih kepada PSSI yang men-support semua roadmap dan program-program latihan saya. Oleh sebab itu saya mohon maaf juga kepada PSSI (karena) belum bisa memenuhi target lolos ke Piala Dunia (U-20)," ujarnya.
Timnas Indonesia mengakhiri perjuangan di Piala Asia U-20 2025 dengan menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup C setelah membukukan satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Turnamen itu sekaligus menjadi ajang penentuan wakil Asia untuk Piala Dunia U-20 2025. Tim-tim yang mencapai babak semifinal Piala Asia U-20 berhak memperoleh tiket ke Chile.