Jesse Lingard menemukan kembali semangatnya di FC Seoul setelah meninggalkan Inggris.
Jesse Lingard, yang dulunya merupakan nama besar dalam sepak bola Inggris, kini berusia 32 tahun dan jauh dari sorotan. Setelah menghabiskan 11 tahun di Manchester United, Lingard menyaksikan akhir era Sir Alex Ferguson dan penurunan klub tersebut. Meskipun memiliki 32 caps untuk Inggris dan momen-momen gemilang di Manchester United, Lingard menghadapi kritik setelah meninggalkan Inggris.
Kini, ia bermain untuk FC Seoul di Korea Selatan, sebuah langkah yang tampaknya menguntungkan meskipun tidak biasa bagi mantan talenta top Inggris.
Karir Lingard tidaklah mudah. Tahun tunggalnya di Nottingham Forest membuatnya kesulitan menemukan klub baru setelah musim 2023-24. Debutnya di FC Seoul menunjukkan tantangan-tantangan tersebut. Ia menjadi pemain pengganti pada babak kedua dalam kekalahan 2-0 melawan Gwangju pada Maret 2024, di mana performanya dibayangi oleh umpan-umpan yang salah. Dua minggu kemudian, setelah kekalahan 2-0 lainnya dari Jeju United, pelatih kepala FC Seoul, Kim Gi-dong, secara terbuka mengkritiknya karena kurangnya usaha dan fisik.
Kebangkitan Lingard di FC Seoul
Setahun kemudian, Lingard menikmati hidup di Korea Selatan. Pada 26 Juni, ia mencetak gol pertamanya untuk klub dari titik penalti. Ia mengakhiri musim 2024 dengan enam gol dan tiga assist, meskipun memulai dengan lambat. Merangkul budaya dan lingkungan barunya, Lingard kini berkembang pesat. Setelah dua pertandingan di musim 2025, ia mencetak satu gol dan dinobatkan sebagai kapten klub. Berita utama terus mengikutinya, terutama setelah gol pertamanya di musim baru yang menampilkan lima selebrasi berbeda.
Dalam wawancara terbaru, Lingard berbicara tentang adaptasinya dengan kehidupan di Asia. Ia mengungkapkan rasa syukur atas cinta dan apresiasi yang diterimanya, yang meningkatkan kepercayaan dirinya. Lingard juga berbagi bahwa ia menangis setelah sesi latihan terakhirnya di Manchester United dan berbicara tentang hubungannya dengan Jose Mourinho, yang mendukungnya selama di klub. Meskipun jauh dari keluarganya, Lingard senang bermain sepak bola dan percaya bahwa pindah ke belahan dunia lain telah mengklarifikasi kecintaannya pada permainan ini. Meninggalkan Manchester United adalah keputusan sulit, tetapi terbukti menjadi keputusan yang tepat karena Lingard menemukan kesuksesan di tempat lain.