Paul Scholes mengungkapkan dua rekan tim di Manchester United yang tidak disukainya saat bermain bersama.
Paul Scholes dan Pengalaman di Old Trafford
Paul Scholes, legenda Manchester United, baru-baru ini mengungkapkan dua rekan tim yang tidak disukainya saat bermain di Old Trafford. Scholes, yang merupakan bagian dari 'Class of '92', pensiun pertama kali pada 2011 sebelum kembali untuk musim 2012/13 dan memenangkan gelar Liga Premier ke-13 dan terakhirnya. Selama kariernya, ia bermain dengan beberapa bintang sepak bola dunia seperti Eric Cantona, Roy Keane, Cristiano Ronaldo, dan Wayne Rooney.
Namun, dalam sebuah wawancara dengan Gary Neville di The Overlap Xtra, Scholes mengakui bahwa ada dua pemain yang tidak terlalu dinikmatinya saat bermain bersama. Dia lebih suka bermain di lini tengah dengan pemain yang tidak terlalu menyerang, karena sering kali kesulitan saat dipasangkan dengan Juan Sebastian Veron atau Anderson.
Kesulitan Bermain dengan Veron dan Anderson
Scholes menjelaskan bahwa bermain dengan Veron dan Anderson adalah 'bencana'. Dia merasa bahwa mereka tidak terlalu peduli dengan pertahanan dan tidak memahami posisi bertahan dengan baik. Sebaliknya, bermain dengan Michael Carrick, Roy Keane, atau Nicky Butt lebih cocok baginya karena mereka memahami posisi tersebut dengan baik.
Veron, yang menjadi pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris saat bergabung dengan United dari Lazio pada 2001, kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Inggris. Meskipun demikian, setelah pindah ke Chelsea, ia menunjukkan lebih banyak bakatnya. Kini, Veron berusia 50 tahun dan masih terlibat dalam sepak bola sebagai presiden klub lamanya, Estudiantes, di Argentina.
Sementara itu, Anderson, yang pensiun dari sepak bola pada 2019, menjadi asisten manajer klub Turki Adana Demirspor. Meskipun memenangkan penghargaan Golden Boy pada 2008, kariernya di United tidak berkembang seperti yang diharapkan. Menurut mantan rekan setimnya, Rafael, Anderson memiliki potensi besar tetapi sering terganggu oleh cedera dan masalah kebiasaan makan.
Scholes menekankan bahwa bermain dengan pemain yang memahami peran bertahan sangat penting baginya. Dia merasa lebih nyaman dan efektif ketika dipasangkan dengan pemain yang memiliki pemahaman yang baik tentang posisi tersebut.
Pengalaman Scholes ini memberikan wawasan tentang dinamika tim di Manchester United selama masa kejayaannya. Meskipun memiliki banyak rekan setim berbakat, tidak semua kombinasi pemain bekerja dengan baik di lapangan.
Scholes tetap menjadi salah satu pemain paling dihormati dalam sejarah Manchester United, dan pandangannya tentang rekan setimnya memberikan perspektif unik tentang tantangan bermain di level tertinggi sepak bola.