Mengenang satu tahun wafatnya legenda besar sepak bola...
Sudah setahun lewat sejak wafatnya legenda sepak bola dunia, Diego Maradona, orang-orang masih saja membicarakan pahlawan Argentina itu.
Maradona tutup usia pada Minggu, 25 November 2020 yang lewat, usianya memang berhenti pada angka 60 tahun, tetapi apa-apa yang telah dicapai Maradona baik sebagai pesepakbola atau individu penuh kontroversi, akan selalu dikenang dan dibicarakan orang-orang. Kapan saja waktunya.
"Maradona adalah sepakbola. Idola. Dewa. Terhebat." ?
Mengenang satu tahun kematian #Maradona yang kala itu membuat Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional. ?? pic.twitter.com/6PaEK7yvJo
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) November 25, 2021
Seperti yang kita ketahui, bintang Napoli dan Barcelona itu meninggal di rumah sakit Ipensa Sanatorium La Plata, Argentina, lantaran mengalami serangan jantung.
Namun taukah Anda, ternyata Maradona dimakamkan dalam posisi tanpa jantung dan bagaimanapun mungkin itu terjadi?
Menurut laporan dari Insider, Nelson Castro yang merupakan seorang dokter dan jurnalis menyatakan bahwa sebelum dimakamkan, jantung Maradona diangkat oleh pihak berwenang.
Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, sekelompok penggemar fanatik dari klub lokal Gimnasia, berniat mencuri jantung si pemilik sebutan ‘Tangan Tuhan’.
itu.
“Ada sekelompok penggemar yang berencana untuk mencuri dan mengangkat jantungnya," ucap Castro kepada stasiun televisi Argentina, El Trece.
Argentine journalist claimed that legendary football player Diego Maradona was buried heartless to prevent grave theft.
According to the claim of Nelson Castro, one of Argentina's leading journalists, Diego Maradona was buried without his heart. pic.twitter.com/ANp3hIX3xe
— HÜSEYİN AVNİ KEMAL (@HAvni2861) November 23, 2021
Gimnasia sendiri bukanlah klub yang asing bagi Maradona. Ia sempat menjadi pelatih klub asal kota La Plata, Argentina itu pada September 2019 hingga ajal menjemputnya.
"Terdeteksi bahwa rencana pencurian ini akan terjadi sehingga jantungnya harus diangkat," ujar Castro.
"Itu tidak pernah terjadi karena itu adalah tindakan yang sangat berani, tetapi terdeteksi bahwa itu akan terjadi, jadi mereka mengangkat jantungnya," lanjut pria berusia 66 tahun tersebut.
Bahkan, diwartakan oleh Marca, polisi setempat sampai terkejut mengetahui rencana pencurian tersebut. Sebab, para pelaku telah memutuskan di mana mereka harus memasuki makam dan bagaimana cara keluar tanpa harus tertangkap.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Castro menambahkan bahwa pengangkatan jantung Diego Maradona diperlukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyebab kematian Maradona.
Diego Eterno ??
Boca Juniors vs. Gimnasia stopped their match last night in the 10th minute to pay tribute to Diego Armando Maradona on what would have been his 61st birthday. pic.twitter.com/eCDtXAI4XL
— CBS Sports Golazo ⚽️ (@CBSSportsGolazo) October 31, 2021