Dia mengaku bersyukur tak pernah menghadapi sang penyerang sempurna yang dianggapnya sebagai penyerang sempurna.
Trent Alexander-Arnold, bek kanan andalan Liverpool, dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di posisinya. Namun, ia mengaku bersyukur tak pernah harus menghadapi mantan rekannya, Sadio Mane, di lapangan. Dalam sebuah wawancara, Trent menyebut Mane sebagai 'penyerang sempurna' yang memiliki semua atribut yang diinginkan dari seorang penyerang.
Perjalanan Karier Trent Alexander-Arnold
Sejak debutnya melawan Manchester United di Old Trafford pada 2016, Trent Alexander-Arnold terus menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Ia menjadi bagian integral dari kesuksesan Liverpool, termasuk kemenangan di Liga Champions dan Liga Premier. Kini, ia bersiap untuk melanjutkan kariernya di Real Madrid setelah kontraknya berakhir pada Juni 2025.
Trent telah menghadapi banyak penyerang hebat selama kariernya, termasuk Vinicius Junior dan Kylian Mbappe. Namun, ia merasa lega tak pernah harus berhadapan dengan Sadio Mane, yang kini bermain di Al Nassr bersama Cristiano Ronaldo.
Sadio Mane: Penyerang Sempurna
Sadio Mane bergabung dengan Liverpool pada 2016 dari Southampton dengan nilai transfer £34 juta. Kehadirannya langsung memberikan dampak signifikan, membantu Liverpool memasuki era kejayaan baru. Bersama Roberto Firmino dan Mohamed Salah, Mane membentuk trio penyerang mematikan yang dikenal sebagai 'Fab Three'.
Selama kariernya di Liverpool, Mane mencetak 120 gol dalam 269 penampilan dan memenangkan enam gelar utama, termasuk Liga Champions dan Liga Premier. Kontribusinya tak hanya di level klub, tetapi juga di tim nasional Senegal, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 45 gol dalam 113 penampilan.
Trent Alexander-Arnold mengungkapkan dalam podcast Overlap bersama Gary Neville bahwa Mane adalah pemain yang ia syukuri tak pernah harus dihadapi. Menurutnya, Mane memiliki kecepatan, kemampuan melompat, dan penyelesaian akhir yang sempurna, mirip dengan Cristiano Ronaldo.
Setelah meninggalkan Liverpool pada 2022, Mane sempat bermain di Bayern Munich sebelum pindah ke Liga Pro Saudi. Meski kariernya di Jerman singkat, pengaruhnya di Liverpool tak akan terlupakan. Mane dianggap sebagai salah satu pesepakbola Afrika terbaik sepanjang masa, dan kontribusinya bagi Liverpool akan selalu dikenang.
Trent Alexander-Arnold, dengan segala pencapaiannya, tetap rendah hati dan mengakui kehebatan rekan-rekannya. Ia menyadari bahwa bermain bersama pemain seperti Mane adalah sebuah berkah, dan ia bersyukur tak pernah harus menghadapi tantangan besar dari penyerang sempurna tersebut.
Dalam dunia sepak bola yang penuh persaingan, pengakuan dari seorang pemain seperti Trent Alexander-Arnold terhadap kehebatan rekannya menunjukkan betapa pentingnya kerjasama tim dan saling menghargai. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda yang bercita-cita mencapai puncak karier sepak bola.
Dengan pindahnya Trent ke Real Madrid, ia akan menghadapi tantangan baru di liga yang berbeda. Namun, pengalaman dan pelajaran yang ia dapatkan selama di Liverpool, termasuk bermain bersama Sadio Mane, akan menjadi modal berharga dalam perjalanan kariernya di masa depan.